Peneliti senior LSI Denny JA Rully Akbar menyatakan, secara populasi umum, Partai Demokrat berada di posisi kelima setelah PDIP, Gerindra, Golkar, dan PKB dengan perolehan suara 5,4 persen.
"Demokrat terancam mendapat perolehan suara terendah sejak mengikuti Pemilu," ujar Rully di Gedung Graha Dua Rajawali, Rabu (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rully menyatakan banyak faktor memengaruhi penurunan perolehan suara Demokrat dalam Pemilu 2019, salah satunya adalah cuitan sensasional Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief di Twitter.
"Di sisi lain ada banyak kasus, seperti cuitan Andi Arief memberatkan Demokrat menunjukkan dirinya sebagai partai besar atau pernah jadi partai besar," ucap Rully.
Terakhir, Andi Arief ikut meramaikan hoaks surat suara tujuh kontainer dari Cina membawa surat suara tercoblos tiba di Tanjung Priok.
Selain Andi Arief, Rully menduga perolehan suara turun akibat kaderisasi yang belum maksimal, salah satunya melalui Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Dulu di 2009 besar karena SBY dan SBY maju sebagai Presiden. Sekarang apakah AHY bisa meraih pemilih milenial, terpelajar, atau di mana?" tuturnya.
Dia kini bergabung dan menjadi Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jelang Pilpres 2019.
Selain AHY, SBY juga memiliki putra Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Selama ini, Ibas malang melintang di DPR sejak 2009 dengan daerah pemilihan Jawa Timur VII. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat 2010-2015. (chri/wis)