Ace menilai pernyataan Nasir tersebut tak memiliki tendensi mengajak atau mempengaruhi masyarakat untuk mencoblos paslon tertentu dalam Pilpres.
Sebab, kata dia, pernyataan yang memenuhi unsur kampanye bila mengandung penyampaian visi-misi kandidat dan menyebutkan pasangan calon presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ace melihat Nasir mengatakan hal tersebut dalam konteks untuk menjaga persatuan bangsa dan tak mudah terpancing berita bohong (hoaks).
"Kalau memang acara tersebut mengajak orang untuk misalnya menjaga kondusifitas, menjaga persatuan, ya saya kira bisa juga tidak dikatakan sebagai sebuah kampanye Jokowi," kata Ace.
Ace justru menyinggung orasi dan gestur dari para tokoh politik yang hadir dalam malam munajat 212.
"Simbol-simbol seperti Salam Dua Jari menyebutkan itu adalah [paslon] 02, sebetulnya adalah tendensi sangat menunjukkan kampanye," kata dia.
Ace sendiri menghormati digelarnya acara-acara bernuansa keagamaan di Indonesia sepanjang gelaran Pemilu 2019. Meski begitu, ia menyarankan agar kegiatan itu tak dipolitisasi untuk kepentingan politik kelompok tertentu dengan mengatasnamakan agama.
(rzr/osc)