Ma'ruf Amin: Saya Kan Orang 212, Kok Tidak Diundang Munajat

CNN Indonesia | Minggu, 24/02/2019 15:03 WIB
Ma'ruf Amin: Saya Kan Orang 212, Kok Tidak Diundang Munajat Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menyatakan keheranannya tidak diundang acara Malam Munajat 212, padahal dirinya merupakan bagian dari gerakan 212. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02, Ma'ruf Amin menyerahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soal dugaan muatan politik di Malam Munajat 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Kamis (21/2).

"Kita serahkan kepada Bawaslu saja. Ada enggak politiknya di situ, ada orasi politik enggak di situ, kalau ada ya politik, kalau tidak ada ya memang murni acara umat," kata Ma'ruf Amin di Jakarta, Minggu (24/2) dikutip Antara.

Kendati demikian, Ma'ruf tetap mengaku heran mengenai kegiatan tersebut. Ma'ruf menyebut dirinya merupakan bagian dari gerakan 212, namun demikian, pada acara tersebut tidak diundang.


"Saya kan orang 212, yang mengeluarkan fatwa kan saya, saya kok tidak diundang, berarti 212 kemarin adalah 212 yang lain," kata dia.


Ma'ruf bukan kali pertama menyinggung soal Munajat 212. Sehari sebelumnya, mantan Rais Aam PBNU itu juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak dipolitisasi.

"Kalau munajatnya enggak masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik. Dan jangan mempolitisasi MUI," ujar Ma'ruf di kediamannya, Menteng, Jakarta, Jumat (22/2).

Sebagai Ketua Umum MUI, Ma'ruf mengingatkan pada sejumlah pihak untuk menjaga MUI agar tetap independen. Sejak awal, Ma'ruf telah membuat kesepakatan agar MUI tak digunakan sebagai kendaraan politik.


Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi juga menyatakan Munajat 212 cenderung menjurus ke arah politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

"Politik yang dibangun oleh MUI adalah politik kemuliaan yang berorientasi kepada persatuan, persaudaraan, dan kemaslahatan bangsa dan negara. Bukan politik praktis yang dapat menimbulkan perpecahan, permusuhan dan konflik sesama anak bangsa," kata Zainut dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (23/2).

Sementara itu, Sekretaris MUI DKI Jakarta, Yusuf Aman menyatakan bahwa penyelenggaraan acara Malam Munajat 212 tergolong tak sesuai rencana atau di luar kendali.


Gestur bernuansa kampanye capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi marak dalam acara yang diinisiasi MUI DKI Jakarta di Monas, Kamis (21/2) malam itu. Acara yang diagendakan untuk doa bersama demi keselamatan bangsa pun jadi sarat pemandangan bernuansa politis.

"Ini sudah lost control. Maaf, hal tersebut bukan yang dikehendaki oleh MUI," ucap Yusuf kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat malam.

[Gambas:Video CNN]


(Antara/ain)