Kabut Asap di Riau, Gubernur Kirim Masker dan Obat-obatan

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 02:36 WIB
Kabut Asap di Riau, Gubernur Kirim Masker dan Obat-obatan Ilustrasi kabut asap di Pulau Rupat, Riau. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Riau Syamsuar menyatakan segera mengirim bantuan masker dan obat-obatan ke Pulau Rupat, Bengkalis yang hingga kini diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Kita segera kirim bantuan kesehatan dan masker. Saya sudah minta Pak Sekda untuk segera siapkan dan kirim ke sana," kata Syamsuar kepada Antara di Pekanbaru, Senin (25/2).

Ia menuturkan saat ini Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat terus fokus menangani Karhutla yang terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.


Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat setempat berjibaku melakukan pemadaman.

Selain upaya pemadaman, dia juga memastikan bantuan kesehatan segera dikirim ke Pulau terluat di Pesisir Riau tersebut.

"Agar nanti tidak meluas penyakit yang tidak diharapkan," ujarnya.

Camat Rupat, Hanafi mengatakan salah satu bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tabung oksigen untuk mengatasi korban yang mengalami sesak nafas akibat Karhutla.

"Iya, kita butuh itu. Juga sebagai antisipasi ke depan jika ada warga yang sakit," katanya.

Sejauh ini, dia menjelaskan bantuan berupa masker dengan jumlah 2.600 unit telah disebarkan ke masyarakat. Masker tersebut berasal dari Dinas Kesehatan dan BPBD Bengkalis.

Pulau Rupat hingga hari ini terus membara. Bahkan, pagi tadi kualitas udara terus menurun hingga level berbahaya. Sebuah sekolah dasar di Pulau itu terpaksa diliburkan karena berada tidak jauh dari lokasi Karhutla serta diselimuti asap tebal.

BPBD Riau mencatat luas lahan yang terbakar hingga hari ini mencapai 996 hektare, dan meningkat lebih dari 100 hektare dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Bengkalis menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan jumlah mencapai 742,5 hektare.

Kabut asap tebal juga memengaruhi kesehatan masyarakat Pulau Rupat. "Puskesmas kita sudah menangani beberapa pasien yang mulai batuk-batuk, flu akibat dampak asap," kata Hanafi.

Korban kabut asap turut menyerang bayi, yang harus mendapat perawat serius. Meski terus terpapar udara tidak sehat hingga berbahaya, Syamsuar mengatakan belum ada warganya yang mengungsi.

Menurut Syamsuar aktivitas warga masih tergolong normal. Namun dia mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Bagi masyarakat yang mengeluhkan sakit akibat kabut asap diminta segera berobat ke Puskemas terdekat.


(Antara)