"Kita segera kirim bantuan kesehatan dan masker. Saya sudah minta Pak Sekda untuk segera siapkan dan kirim ke sana," kata Syamsuar kepada Antara di Pekanbaru, Senin (25/2).
Ia menuturkan saat ini Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat terus fokus menangani Karhutla yang terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Camat Rupat, Hanafi mengatakan salah satu bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tabung oksigen untuk mengatasi korban yang mengalami sesak nafas akibat Karhutla.
"Iya, kita butuh itu. Juga sebagai antisipasi ke depan jika ada warga yang sakit," katanya.
Pulau Rupat hingga hari ini terus membara. Bahkan, pagi tadi kualitas udara terus menurun hingga level berbahaya. Sebuah sekolah dasar di Pulau itu terpaksa diliburkan karena berada tidak jauh dari lokasi Karhutla serta diselimuti asap tebal.
BPBD Riau mencatat luas lahan yang terbakar hingga hari ini mencapai 996 hektare, dan meningkat lebih dari 100 hektare dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Bengkalis menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan jumlah mencapai 742,5 hektare.
Korban kabut asap turut menyerang bayi, yang harus mendapat perawat serius. Meski terus terpapar udara tidak sehat hingga berbahaya, Syamsuar mengatakan belum ada warganya yang mengungsi.
Menurut Syamsuar aktivitas warga masih tergolong normal. Namun dia mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Bagi masyarakat yang mengeluhkan sakit akibat kabut asap diminta segera berobat ke Puskemas terdekat.
(antara/wis)