Menurut Habiburokhman, ada sejumlah kesamaan antara kedua kasus tersebut, namun ada juga perbedaannya.
"Kalau saya melihat video saya jadi teringat sama yang namanya mister Viktor Laiskodat, saya jadi membandingkan dengan mister Viktor Laiskodat," ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin tahu kenapa terhadap tiga emak-emak ini ditangkap, diproses sangat cepat, dan seolah-olah terjadi kegentingan luar biasa," ucapnya.
"Tetapi terhadap laporan kami, laporan ada banyak pihak yang melaporkan Viktor Laiskodat sampai saat ini kita mendapat responnya seperti apa," ucapnya.
Namun tim pengacara yang dikirimnya itu tidak dapat menemui ketiga emak-emak itu. Bahkan, kata Habiburokhman, ketiga emak-emak itu tidak menerima surat penangkapan hingga, Senin (25/2).
"Tadi malam kita kirim tim, 5 sampai enam orang berupaya menemui 3 orang tersebut namun tidak berhasil. Sampai pagi sekitar jam 4 atau jam 5 tim akhirnya balik kanan ke Jakarta," katanya.
"Informasi yang kami dapat dari pihak yang mengaku keluarga bahwa itu belum menerima penangkapan per tadi nalam, sehingga kita liat hari ini perkembangannya bagaimana dan kami menunggu saja sebetulnya," lanjut dia.
Ketiganya diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kasus ini muncul setelah beredar video yang diunggah akun twitter @citrawida5. (sah/osc)