Hal itu disampaikan Ferry menanggapi viralnya kampanye hitam yang dilakukan oleh organisasi relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi atau Relawan PEPES.
Ferry mengaku belum bisa memastikan apakah emak-emak PEPES tersebut bagian dari relawan resmi Prabowo-Sandi atau bukan. Sebab kata dia bisa jadi mereka adalah pihak lawan yang berpura-pura menjadi relawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry mengaku belum mengetahui pasti apakah relawan PEPES terdaftar secara resmi di BPN saat ini. Yang jelas kata dia, setiap relawan diberikan pembekalan dalam menyampaikan visi-misi untuk memenangkan Prabowo-Sandi di level bawah.
"Ya saya tidak tahu, makanya dalam konteks ini saya tidak tahu persis masalahnya apa. Yang jelas kami selalu kasih pembekalan kepada relawan," katanya.
"Yang jelas kalau dari BPN, bukan. Mereka kan mandiri. Emak-emak itu tidak masuk timses," katanya.
Tiga emak-emak PEPES itu kini ditahan di Polres Karawang dengan dugaan melakukan kampanye hitam kepada Jokowi.
Para emak-emak itu telah berstatus tersangka. Ketiganya ditangkap setelah berkampanye dari pintu ke pintu dengan menyebut azan akan dilarang dan pernikahan sejenis dibolehkan jika Jokowi menang Pilpres 2019. Mereka dikaitkan dengan organisasi relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi atau PEPES.