Erick mengaku membayar pajak, memberikan pemasukan yang besar bagi negara, hingga membangun ulang industri di lahan miliknya.
"Jangan dibolak-balik. Kalau yang dituntut oleh kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu yang musti dipertanyakan. Kita alhamdulillah bersih dan halal," ujar Erick usai mengisi acara Rabu Satu di Senopati Suites, Jakarta, Rabu (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Erick menyampaikan pemerintah menghargai kontribusinya selama ini dari pemanfaatan lahan tersebut. Ia meyakini lahan miliknya tetap boleh dimanfaatkan.
Di sisi lain, Erick menjelaskan langkah Jokowi mengungkap lahan milik Prabowo dalam debat capres kedua. Ia menilai hal itu mesti dilakukan Jokowi karena Prabowo mengungkit soal keadilan yang ada di dalam Pasal 33 UUD. Terlebih, ia menyebut kubu Prabowo kerap membangun narasi negatif mengenai pembagian lahan yang dilakukan pemerintahan Jokowi.
"Beliau ingin menyampaikan bahwa pemerintahan beliau justru berpihak kepada rakyat," ujar Erick.
Lebih dari itu, Erick meminta Prabowo-Sandiaga mengedepankan data dan fakta dalam berdebat. Jika tidak, ia menilai perdebatan dalam debat capres tak ubahnya debat kusir.
"Kami harapkan mesti proporsional," ujarnya.
Dalam debat capres kedua, Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare dan Kabupaten Aceh Tengah, Daerah Istimewa Aceh seluas 120 ribu hektare.
Jokowi membuka data itu karena sebelumnya Prabowo menyebut strategi lawannya itu yang membagi-bagi sertifikat tanah tidak tepat, walaupun kebijakan tersebut menarik dan populer.
Prabowo pun mengakui soal kepemilikan lahan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa status kepemilikan itu adalah hak guna usaha atau HGU.
[Gambas:Video CNN] (jps/pmg)