Disinggung BPN, Erick Thohir Klaim Lahannya Bersih dan Halal

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 23:50 WIB
Disinggung BPN, Erick Thohir Klaim Lahannya Bersih dan Halal Ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN ) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menegaskan lahan miliknya tidak bermasalah. Hal itu menanggapi penyataan Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid yang menyarankan Erick lebih dahulu menyerahkan lahannya kepada negara karena dekat dengan Jokowi.

Erick mengaku membayar pajak, memberikan pemasukan yang besar bagi negara, hingga membangun ulang industri di lahan miliknya.

"Jangan dibolak-balik. Kalau yang dituntut oleh kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu yang musti dipertanyakan. Kita alhamdulillah bersih dan halal," ujar Erick usai mengisi acara Rabu Satu di Senopati Suites, Jakarta, Rabu (27/2).


Erick menceritakan lahan miliknya diperoleh secara legal. Ia mengaku lahan itu dibeli dari sebuah perusahaan asing yang mengalami kredit macet di sebuah bank asing. Erick tak merinci lahan miliknya tersebut. Akan tetapi, ia menyatakan pemerintah sebelumnya merupakan pihak yang memberikan lahan itu kepada perusahaan asing.


Lebih lanjut, Erick menyampaikan pemerintah menghargai kontribusinya selama ini dari pemanfaatan lahan tersebut. Ia meyakini lahan miliknya tetap boleh dimanfaatkan.

"Kalau kita dapat income yang tidak halal, ya kita sudah dalam proses hukum. Insyaallah halal," ujarnya.

Di sisi lain, Erick menjelaskan langkah Jokowi mengungkap lahan milik Prabowo dalam debat capres kedua. Ia menilai hal itu mesti dilakukan Jokowi karena Prabowo mengungkit soal keadilan yang ada di dalam Pasal 33 UUD. Terlebih, ia menyebut kubu Prabowo kerap membangun narasi negatif mengenai pembagian lahan yang dilakukan pemerintahan Jokowi.

"Beliau ingin menyampaikan bahwa pemerintahan beliau justru berpihak kepada rakyat," ujar Erick.


Lebih dari itu, Erick meminta Prabowo-Sandiaga mengedepankan data dan fakta dalam berdebat. Jika tidak, ia menilai perdebatan dalam debat capres tak ubahnya debat kusir.

"Kami harapkan mesti proporsional," ujarnya.

Dalam debat capres kedua, Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare dan Kabupaten Aceh Tengah, Daerah Istimewa Aceh seluas 120 ribu hektare.

Jokowi membuka data itu karena sebelumnya Prabowo menyebut strategi lawannya itu yang membagi-bagi sertifikat tanah tidak tepat, walaupun kebijakan tersebut menarik dan populer.

Prabowo pun mengakui soal kepemilikan lahan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa status kepemilikan itu adalah hak guna usaha atau HGU.


[Gambas:Video CNN] (jps/pmg)