Penunjukan AHY itu tertera dalam surat resmi yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AHY, kata Hinca, akan menjadi ikon Partai Demokrat menggantikan SBY. Pasalnya, SBY tengah fokus untuk mengurus istrinya, Ani Yudhoyono, yang tengah dirawat di Singapura karena terkena kanker darah.
"Di samping membantu Komandan Kogasma, para koordinator wilayah kampanye mengkoordinasikan kampanye yang dilakukan oleh jajaran dewan pimpinan daerah partai demokrat di wilayah tugasnya," kata Hinca.
Selama ketidakhadiran SBY di Indonesia, Hinca menyebut tugas harian Partai Demokrat di Dewan Pimpinan Pusat akan dilaksanakan oleh dirinya. Sementara itu, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas bertugas mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan.
Selain itu, Hinca juga menegaskan tidak ada perubahan struktur kepengurusan DPP Partai Demokrat. Hal tersebut juga menepis isu bahwa AHY akan menjadi bertugas menjadi pelaksana tugas Ketua Umum Partai Demokrat.
"Susunan kepengurusan resmi DPP Demokrat tidak ada perubahan, dan semua tetap memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Ini perlu saya ulangi, susunan tidak ada perubaan," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)