"Empat ribu personel yang kita siapkan gabungan, gabungan yang akan mengamankan aksi itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/2).
Menurut Argo, pemberitahuan soal aksi Apel Siaga Umat tersebut telah diterima oleh pihaknya. Dari pemberitahuan aksi tersebut, kata Argo, aksi akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju ke Kantor KPU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti kumpulnya dialihkan, ada beberapa masjid di sekitar Bundaran HI, ada Masjid Cut Mutia, dan sebagainya di sana," ujar Argo.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan tak mempermasalahkan rencana aksi FUI. Arief mengatakan KPU menghormati hak warga negara. Namun ia meminta peserta aksi tertib dan menghormati orang lain saat menggunakan hak berunjuk rasa.
"KPU tentu akan melayani, menerima aspirasi mereka, tapi kami juga tentu berharap mereka bisa bijak dalam menggunakan hak-hak mereka," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta.
Namun Arief mengusahakan ada perwakilan KPU yang akan menemui dan mendengarkan tuntutan massa aksi.
"Mudah-mudahan besok ada yang standby di kantor dan bisa menerima acara berlangsung," ujar dia.
Sebelumnya, FUI menyatakan akan menggelar aksi besar-besaran di depan kantor KPU pada Jumat (1/3). Sekretaris Jenderal FUI Al Khaththath mengklaim aksi itu akan diikuti 20 ribu orang.
Muhammad Al Khathath. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Poster itu bertuliskan pesan "Putihkan KPU, Putihkan Hati Menuju Pemilu Bersih". Poster dilengkapi foto Rizieq Shihab mengacungkan tangan kanan.
Al Khaththath menyebut FUI akan meminta kepada KPU selaku penyelenggara pemilu agar benar-benar netral. Aksi ini merupakan hasil sarasehan FUI beberapa waktu lalu.
Lihat juga:Al Khaththath Harap Ahok Belajar Islam |
