FOTO: Aktivis HAM Aksi Tolak Wacana Dwifungsi TNI

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Kamis, 28/02/2019 22:18 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah aktivis HAM memprotes rencana penempatan anggota militer aktif di jabatan sipil, karena dianggap membangkitkan wacana dwifungsi ABRI era Orde Baru.

Sejumlah aktivis HAM yang tergabung Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar kembali Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (28/2). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para aktivis menolak wacana dwifungsi TNI. Mereka memprotes restrukturisasi dan reorganisasi TNI dengan rencana penempatan anggota militer aktif di jabatan Sipil. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Massa aksi menilai wacana tersebut bertentangan dengan reformasi TNI. Wacana ini terus bergulir dan tak sedikit menuai kritik karena dinilai sama saja menghidupkan kembali dwifungsi ABRI yang dulu berjaya di era Orde Baru. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Wacana militer menempati jabatan sipil ini bermula ketika Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berencana membuat kebijakan agar perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) TNI masuk ke kementerian/Lembaga di Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 Kamisan adalah aksi damai sejak 18 Januari 2007 dari para korban maupun keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia. Aksi Kamisan yang digelar hari ini merupakan aksi yang ke-576. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Massa aksi mengenakan pakaian serba hitam, payung hitam, dan berdiri menghadap Istana Merdeka sambil membentangkan spanduk menuntut pemerintah segera menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM dan penolakan kembalinya militer untuk menduduki jabatan sipil. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menganggap wacana militer menempati jabatan sipil sebagai solusi atas banyaknya pati dan pamen yang belum mendapat jabatan di struktur TNI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ratusan orang mengikuti aksi menolak kembalinya militer menduduki jabatan sipil. Aksi ini tidak menimbulkan kemacetan di kawasan Istana Merdeka, massa begitu tertib dalam menjalankan aksinya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)