Diketahui, berdasarkan survei pada Januari itu, secara keseluruhan Jokowi memimpin dengan 58 persen suara berbanding 42 persen atas Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, di Sumatera bagian utara (yang meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau), Prabowo juga hanya meraih 37,5 persen, berbanding 62,5 persen yang diraih Jokowi; di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, Ketua Umum Partai Gerindra ini mendapat 31 persen suara, sementara lawannya meraih 69 persen.
Keunggulan di ibu kota itu, menurut Roy Morgan, membuat Prabowo kompetitif dalam hal raihan suara dalam kategori responden dari perkotaan. Jarak antara Prabowo dengan Jokowi pun menipis ke angka 47 persen berbanding 53 persen.
"Daerah perkotaan jauh lebih kompetitif [bagi Prabowo], berdasarkan capaiannya di Jakarta dan wilayah sekitarnya di Jawa Barat dan Banten, serta Sumatera bagian selatan," menurut keterangan tertulis Roy Morgan, dikutip dari situsnya.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Survei Roy Morgan ini digelar pada Januari 2019 kepada 1.039 orang di atas 17 tahun atau yang punya hak pilih di 17 provinsi dengan metode wawancara tatap muka.
Margin of error disebut tergantung dari jumlah sampel dan persentase wawancaranya. Misalnya, sampel 1.000 dengan estimasi persentase 5 persen atau 95 persen adalah plus minus 1,3 persen.
Sebelumnya, survei LSI Denny JA pada 18-25 Januari menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,8 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo-Sandi ada di angka 31 persen. Yang belum menentukan pilihan sebesar 14,2 persen.
Selain itu, survei Charta Politika Indonesia periode 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 menyebut bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf meraih suara 53,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 34,1 persen. Sementara, yang belum memutuskan atau tidak menjawab mencapai 12,7 persen.
[Gambas:Video CNN] (arh/gil)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen