Survei: Partai Majemuk Lebih Dipilih dari yang Membela Umat

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 09:59 WIB
Survei: Partai Majemuk Lebih Dipilih dari yang Membela Umat Ilustrasi parpol peserta Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei PolMark Indonesia mengungkapkan bahwa partai politik (parpol) yang membela kemajemukan masih lebih dipilih ketimbang yang dianggap berpihak kepada atau membela umat.

CEO sekaligus Founder PolMark Eep Saefulloh Fatah, dalam keterangan tertulisnya, memaparkan sejumlah dasar pertimbangan responden dalam memilih partai.

Yang terbanyak adalah pertimbangan memiliki jalan keluar atas masalah warga (76,6 persen). Pertimbangan ini paling banyak dipilih oleh responden dari Sumatera (82,1 persen), dan disusul oleh yang berasal dari Jawa (76,1 persen) serta wilayah lainnya (71,6 persen).


Sementara, survei juga menyebut tiga masalah yang dianggap responden paling mendesak. Yakni, perbaikan ekonomi (18,5 persen), lapangan kerja (15,8 persen), dan perbaikan jalan (13,9 persen).

Pertimbangan kedua terbanyak dalam memilih parpol adalah faktor memihak dan membela kemajemukan (75,3 persen). Rinciannya, pemilih di wilayah Sumatera menyumbang 81,3 persen untuk kategori ini, pemilih di Jawa 74,7, dan wilayah lainnya 69,8 persen.

Pertimbangan ketiga terbanyak adalah faktor memihak dan membela umat agama pemilih dengan angka 70,1 persen. Faktor ini dipertimbangkan oleh 76,5 persen pemilih di Sumatera; 74,7 persen pemilih di Jawa; dan 69,8 persen pemilih di wilayah lainnya.

Secara keseluruhan, survei PolMark Indonesia menyebut sejumlah parpol yang berpotensi lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.

Yakni, PDIP (Jawa 32,9 persen, Sumatera 20,2 persen, dan wilayah lainnya 22 persen), Partai Gerindra (13,7 persen, 16,7 persen, 13 persen), Partai Golkar (10,3 persen, 17,5 persen, 19,6 persen), PKB (15,7 persen, 4,5 persen, dan 4 persen).

Selain itu, Partai Demokrat (6,1 persen, 9,2 persen, dan 7,7 persen), PAN (4,3 persen, 9,2 persen, dan 8 persen), Partai NasDem (3,7 persen, 7,9 persen, 9,3 persen), PKS (4,3 persen, 6,2 persen, 4,6 persen), dan PPP (4,9 persen, 3,4 persen, 4,7 persen).

Sisanya, menurut keterangan tertulis PolMark Indonesia, "berkemungkinan gagal melampaui ambang batas parlemen".

Survei ini berlangsung pada 7 Oktober 2018 hingga 12 Februari 2019 di 73 daerah pemilihan dan melibatkan 32.560 orang responden. Survei ini merupakan hasil kerja sama dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

[Gambas:Video CNN] (arh/gil)