Moeldoko: Isu Jokowi Hapus Pelajaran Agama Kampanye Sesat

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 14:46 WIB
Moeldoko: Isu Jokowi Hapus Pelajaran Agama Kampanye Sesat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko (kiri). (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko menyebut isu penghapusan pelajaran agama di sekolah oleh pemerintah Joko Widodo merupakan kampanye menyesatkan.

Isu itu disebarkan oleh ibu-ibu berpakaian dengan logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Makassar, Sulawesi Selatan. Video aktivitas itu pun viral.

"Ini cara-cara yang tidak baik ya, cara-cara campaign yang menyesatkan, bukan saja black campaign, tapi menyesatkan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/3).


Moeldoko menyatakan pihaknya terganggu dengan kampanye menyesatkan tersebut. Namun menurut mantan Panglima TNI itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tak akan terganggu meski diserang kampanye hitam.


"Sebenarnya perlu dilaporkan, biar ada jera. Ini harus ada sanksi yang keras menurut saya, karena ini mencederai demokrasi," ujarnya.

Menurut Moeldoko, Jokowi tak mungkin menghapus mata pelajaran agama di sekolah karena memiliki Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Ia tak ingin masyarakat disesatkan dengan informasi tak berdasar dari orang yang tak bertanggungjawab.

"Jadi sepertinya banyak yang kehilangan logika, tetapi satu, saya mengecam cara-cara seperti itu. Itu sungguh tidak beradab, tidak baik," kata Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan itu menyampaikan ada indikasi kampanye-kampanye menyesatkan seperti itu dilakukan secara masif. Moeldoko menyebut ada upaya sistematis untuk merusak demokrasi Indonesia lewat penyebaran informasi tidak benar.


"Dalam konteks yang lebih besar kita bicaranya ini upaya sistematis untuk merusak demokrasi, dengan cara membalikkan situasi bahkan menyesatkan. Bahasa paling bagus menyesatkan masyarakat," katanya.

Moeldoko: Isu Jokowi Hapus Pelajaran Agama Kampanye SesatMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan informasi dalam video yang merekam ibu-ibu menyebut mata pelajaran agama akan dihapus adalah hoaks. Muhadjir menegaskan tak ada penghapus pelajaran agama di sekolah.

"Tidak benar itu. Enggak ada penghapusan," ujarnya di lokasi yang sama.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang ibu yang mengenakan hijab dan baju berwarna jingga terekam sedang berada di rumah warga. Pada bagian lengannya tampak rangkaian logo berupa dua bulan sabit dan kapas dengan dasar kain hitam, mirip logo PKS.

Ia kemudian bicara soal alasan memilih "Prabowo". Menurutnya, semua pihak harus memikirkan nasib agama anak-anak. Ibu tersebut kemudian mulai bicara nasib pendidikan agama di sekolah.


"Walau kita yang tidak menikmati, periode 5 tahun, 10 tahun yang akan datang ini, apakah kita mau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama ininya, menteri-menterinya? Itu kan, salah satu program mereka," ujar sang ibu.

Dia merinci sejumlah program Jokowi itu. Selain menghapus pendidikan agama dari sekolah-sekolah, ia menyebut Jokowi akan menjadikan pesantren sebagai sekolah umum.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku belum mengetahui isi video tersebut dan belum mau berkomentar soal itu.

"Kami belum tahu ada video itu. Nanti kita coba liat dulu," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/3).

[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)