Dia menyebut janji Jokowi tersebut sebagai sebuah kebohongan dan gombal belaka.
"Macam-macam itu (kartu Jokowi) gombal semua, itu janji-janji palsu," kata Riza di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, pengamat ekonomi Kusfiardi mengatakan rencana menerbitkan tiga program kartu menunjukkan lemahnya kemampuan Jokowi dalam memahami misi Undang-Undang Dasar 1945 dan sekadar mencari popularisme.
Kusfiardi menilai Jokowi terlihat hanya sekadar menyenangkan semua orang dengan menyebar subsidi atau bantuan sosial sebanyak-banyaknya, serta mendidik masyarakat dengan hal-hal yang bersifat instan.
Saat itu, menurut dia Jokowi mengatakan, 'Kalau mau menyenangkan semua orang, tinggal menyebar subsidi, bansos, atau BLT sebanyak-banyaknya. Tapi jangan mendidik masyarakat dengan hal-hal instan. Kita bangun pondasi dan pilar kokoh, meski prosesnya pahit dan sakit, agar bangsa ini kuat dan tak mudah terseret gelombang'.
"Capres petahana tampaknya juga mengabaikan bangunan pondasi dan pilar kokoh agar bangsa ini kuat dan tak mudah terseret gelombang, seperti yang pernah ditulis dalam akun Twitternya pada akhir tahun lalu," katanya.
Untuk diketahui, Jokowi menyatakan bakal menerbitkan tiga kartu baru jika terpilih bersama Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Ketiga kartu itu, yakni KIP Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah.
Janji tersebut disampaikan Jokowi saat Pidato Kebangsaan dalam acara Konvensi Rakyat, di SICC, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2). (bmw/osc)