Jokowi memulai 'pameran' kartu itu dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang akan bisa digunakan para pelajar untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia mengatakan kartu ini akan melengkapi KIP yang sebelumnya bisa digunakan untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Berikan KIP, Siswa Mau Beli Ponsel |
"Ini penting untuk anak-anak kita yang belum bekerja. Bisa segera borong ini kalau belum bekerja," ucapnya.
"Ini biasanya ibu-ibu paling senang kalau ada kartu seperti ini. Ini program yang akan datang. Setuju tidak?" serunya.
"Setuju," jawab massa yang didominasi kalangan ibu-ibu.
"Kalau Ibu Ida dari tiga kartu ini paling senang yang mana?" tanya mantan wali kota Solo itu.
"Kartu Sembako Murah, Pak," kata Ida.
Di akhir pertemuannya, Jokowi meminta dukungan dari masyarakat yang hadir agar memberikan kampanye dari pintu ke pintu, agar ia bisa menang di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Saya titip kepada ibu-ibu karena 17 April sudah dekat, bantu kami door to door, bantu agar isu hoaks bisa diberantas," tuturnya.
"Itu tidak akan mungkin karena Indonesia negara Muslim. Jangan percaya fitnah itu," katanya.
Tak ketinggalan, ia juga menekankan tidak akan ada kriminalisasi ulama.
"Kalau memang melanggar hukum, masalah dengan hukum, itu siapa pun akan berurusan dengan polisi dan dipenjarakan," katanya. (uli/has)