Tambang Nikel di Halmahera Tengah Longsor, 2 Tewas 1 Hilang

shr, CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 23:40 WIB
Tambang Nikel di Halmahera Tengah Longsor, 2 Tewas 1 Hilang Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Halmahera, CNN Indonesia -- Tambang nikel yang dikelola PT Bhakti Pertiwi Nusantara (BPN) di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, longsor, Minggu (10/3). Sejauh ini diketahi empat pekerja PT BPN menjadi korban dari longsornya tambang nikel tersebut. Dua pekerja dilaporkan tewas, sedangkan satu pekerja selamat dengan luka-luka ringan. Sementara satu pekerja lain hingga berita ini dimuat belum ditemukan.

Longsornya tambang Nikel itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIT, Minggu (10/3). Sementara itu, para pekerja yang tengah berada di sana dan menjadi korban diketahui sebagai karyawan subkontraktor yang tengah melakukan pengerukan material tanah. Diduga, terjadi pergeseran tanah bekas pengerukan yang kemudian mengakibatkan longsor.

Empat karyawan yang jadi korban itu adalah Anton Pipa, Bayu Hendra Togo, Yusuf Lini, dan Novian langsung tertimbun longsor.


Saat petugas gabungan datang melakukan evakuasi, Anton yang merupakan warga Desa Waleh, Kecamatan Weda Timur, Halteng, dan Yusuf yang berasal dari Toraja, Sulawesi Tengah, berhasil dievakuasi.

Keduanya ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Sementara Novian yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara mengalami luka di kaki dan trauma.


Karyawan lain, Bayu, hingga kini belum ditemukan. Bayu yang merupakan warga Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, Halteng bekerja sebagai operator ekskavator. Upaya pencairan terhadap Bayu pun masih terus dilakukan.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Andri Harianto menuturkan hingga malam ini proses evakuasi masih dilakukan. Tim gabungan terdiri dari personel TNI dan Polri. 

"Tapi, karena terkendala kondisi lokasi yang sangat lembap maka kemungkinan proses evakuasi ini akan berlangsung tidak terlalu larut," tuturnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Andri mengatakan lokasi tambang yang longsor itu berada di ketinggian sekitar 500 kaki di atas permukaan laut. Untuk mengetahui penyebab pasti longsoran tambang itu pun masih diselidik hingga saat ini.

"Dengan kondisi yang sangat lembap (sehingga) menyebabkan terjadinya longsor. Namun terkait penyebab pasti sementara masih dilakukan penyelidikan oleh Reskrim Polres Halteng," ungkapnya.

Andri juga meminta keluarga korban hilang bersabar dan tetap berdoa. "Tim kami dan pihak perusahaan masih fokus lakukan pencarian. Kami harap pihak keluarga tetap bersabar," ucapnya.


[Gambas:Video CNN]

(kid)