Evakuasi 23 Korban Kapal Terbakar Terkendala Hujan dan Ombak

CNN Indonesia | Minggu, 27/01/2019 22:13 WIB
Evakuasi 23 Korban Kapal Terbakar Terkendala Hujan dan Ombak Kapal ikan di Halmahera terbakar. (CNN Indonesia/Sahril Abdullah).
Halmahera, CNN Indonesia -- Kapal ikan rute Bitung, Sulawesi Utara-Ibu, Halmahera Barat terbakar di perairan Halmahera, Minggu (27/1). Petugas pun dengan susah payah mengevakuasi 23 nelayan ke pulau terdekat.

Proses evakuasi sempat mengalami kendala lantaran tinggi gelombang di sekitar lokasi mencapai 3 meter. Meski dihantam ombak tinggi disertai hujan deras, petugas berhasil mengevakuasi seluruh nelayan.

Kepala Kantor Basarnas Ternate, M. Arafah menuturkan, kecelakaan kapal bernama POF XVIII tersebut pertama kali diketahui melalui anggota Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI), Nahrawi. Sekira pukul 10.50 WIT, Nahrawi menerima pesan darurat dari kapal ikan Purse Seine itu.


"Laporannya kapal mengalami kebakaran pada haluannya di koordinat 01°36'00" N atau 127°06'00" E di sekitar 28 mil laut dari Kecamatan Ibu, Halmahera Barat. Jarak kantor Basarnas Ternate ke lokasi 51,7 mil laut," tuturnya kepada CNN Indonesia, Minggu (27/1).

Kapal berkapasitas 98 gross ton itu mengalami kebakaran di bagian kamar mesinnya dan membutuhkan bantuan. Awalnya, Basarnas mendapat informasi kapal yang bertolak dari Pelabuhan Bitung pada Sabtu (26/1) pukul 12.00 WITA tersebut mengangkut 25 kru.

"Dengan muatan 80 ton. Basarnas dan unsur terkait lalu menuju ke lokasi menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata pukul 14.04 WIT," ujarnya.

"Kurang lebih setengah jam kemudian seluruh kru berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Loloda di Desa Ruba-ruba. Dan ternyata jumlah krunya hanya 23 orang," ungkap Fahari.

Para kru yang semuanya selamat adalah Robert Runtu, Romy Salilo, Jon Lenon Thomas, Musirin, Romy Almacin, Roy Medea, Jouger Julius JM, dan Sofyan Abdulrachman.

Lalu ada Yeheskiel Rusdi Tess, Muhamad Alim Aribalu, Sesmin Aling, Tasri Wiranto Lahinda, Iwan Kantu, Alex Franklin Padang, Altin Tanod, dan Alex Angkumona. Selanjutnya ada Rifandi Idris Tadete, Markus Marinding, Edward Lapaehe, Julianto Bawuno, Frangky Lape, Oldi A. Kotambunan, dan Abdal Aziz.

"Dalam proses evakuasi kendalanya ya cuma hujan lebat dan tinggi gelombang yang berkisar 1,5 sampai 3 meter. Tapi syukurlah semuanya selamat," pungkas Arafah (shl/osc)