Perampok BNI Dumai Sempat Ayunkan Parang dan Siram Bensin

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 14:15 WIB
Polisi melumpuhkan pelaku perampokan BNI Kota Dumai, Riau, Margono alias Gono usai sempat mengayunkan parang di meja teller dan menyiramkan bensin. Ilustrasi perampokan. (Istockphoto/D-Keine).
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria bernama Margono alias Gono yang menjadi tersangka perampokan Bank Negara Indonesia (BNI) di Kota Dumai, Riau diketahui sempat mengayunkan parang yang dibawa ke meja teler.

Humas Polres Dumai Iptu Dedi Nofarizal menjelaskan tersangka memulai aksinya dengan datang ke kantor BNI Dumai menggunakan sepeda motor vario warna biru sekitar pukul 08.30 WIB.

Setelahnya, masuk ke dalam kantor dan menyambangi meja teler 3 kemudian melakukan aksinya dengan mengancam para pegawai bank.


"Mengatakan kepada pegawai bank 'kalau mau selamat kalian keluar semua' dan langsung mengayunkan parang tersebut ke meja teler 3 tersebut," kata Dedi kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/3).

Akibat aksi tersangka tersebut, pegawai yang ada di meja teler 3 itupun terkejut dan langsung melarikan diri.

Selain sempat mengayunkan parang, dikatakan Dedi, tersangka juga menyiramkan bensin ke meja teler 3 dan area lantai kantor BNI Dumai. Jerigen berisi bensin tersebut, juga telah disiapkan lebih dulu oleh tersangka.

"Tersangka juga merobek-robek slip penarikan dan setoran yang ada di lobi Bank BNI serta merusak kursi pengunjung dan komputer yang ada," ujar Dedi.

Atas kejadian tersebut, petugas keamanan BNI Dumai langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Tiba di lokasi, petugas kemudian meminta tersangka untuk menyerahkan diri namun tidak dihiraukan.

"Langsung melumpuhkan tersangka dengan tembakan ke kaki kiri dan tersangka selanjutnya diamankan dan dibawa ke RSUD Dumai guna perawatan lebih lanjut," tutur Dedi.

Dedi menyampaikan dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui motif tersangka melakukan aksinya tersebut hanya untuk membuat kegaduhan.

"Tersangka hanya ingin membuat kegaduhan dan membakar bank," katanya.

Lebih lanjut, sambung Dedi, sampai saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap peristiwa tersebut. (dis/osc)