Menurutnya, Ma'ruf sudah memahami BPJS dengan data yang lengkap, bukan data yang bersifat gosip.
"Ma'ruf dulu sudah terlibat di DPR dalam mengambil kebijakan yang berpihak di bidang kesehatan, kan sudah dia di DPR. Saat ini pun sudah tahu persis apa itu BPJS, yang terkait dengan jaminan kesehatan masyarakat. Itu tahu persis dengan data yang lengkap, bukan data gosip-gosipan," kata Johnny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Senin (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harapan Warga terhadap Cawapres |
Menurut Johnny, Sandi belum memiliki banyak pengalaman dalam mengurus pemerintahan
Lebih jauh, politikus NasDem itu mengungkapkan Ma'ruf akan menggunakan pendekatan yang bersifat makro dalam debat ketiga Pilpres 2019.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan Ma'ruf nanti akan berbeda dengan Sandi yang diperkirakannya akan lebih bersifat mikro seperti membahas lapangan pekerjaan.
"Dalam debat itu itu nanti akan terlihat dua pendekatan yang sangat berbeda, yang satu pendekatannya pendekatan makro kebangsaan [sedangkan] yang satu sangat mikro, lapangan pekerjaan," ucap Johnny.
Tidak Saling Cela
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap debat ketiga Pilpres 2019 tidak dihiasi aksi saling cela. Menurutnya, debat yang akan mempertemukan Ma'ruf dan Sandi sebagai cawapres itu harus berlangsung lebih berkualitas dan dan memberikan gambaran seputar arah pemerintahan lima tahun mendatang.
"Bukan kepada saling cela tapi lebih kepada substansi dari visi dan misi kelak mereka terpilih," kata Bamsoet.
Pun begitu, lanjut Bamsoet, di bidang kesehatan. Menurutnya, Sandi harus memberikan dan menjelaskan program yang akan dijalankan lima tahun mendatang untuk menanggulangi berbagai persoalan terkait yang di hadapi masyarakat selama ini.
"Sebetulnya langkah-langkahnya sudah ada, tinggal bagaimana meningkatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf [dari] apa yang sudah ada. Prabowo-Sandi harus bisa membuat terobosan-terobosan," ucap dia.
[Gambas:Video CNN] (mts/ugo)