Andi menyebut calon presiden nomor urut 02 itu bakal berupaya mencari solusi untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM terkait penculikan aktivis.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Prabowo, satu jam setelah memenangkan pilpres dia akan mencocokkan fakta dan menjelaskan apa adanya sekaligus solusinya," ucap Andi melalui akun Twitter @AndiArief_, Selasa (12/3).
Andi membeberkan hal itu untuk menanggapi pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar. Sebelumnya, Agum mempertanyakan sikap Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung Prabowo di Pilpres 2019.
Andi Arief. (Detikcom/Usman Hadi) |
Padahal, kata Agum, dulu SBY termasuk dalam 7 anggota Dewan Kehormatan Perwira yang menandatangani pemecatan Prabowo dari ABRI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demikian juga di 2019 ini. Pak Agum dan sejumlah jenderal senior, aktivis HAM dan pers tidak permasalahkan Pak Prabowo mendampingi capres Megawati. Inkonsistensi?" ujar Andi.
Andi lantas menyinggung capres petahana Joko Widodo yang tidak menepati janji kampanye pada 2014 silam. Dia mengatakan bahwa Jokowi berjanji menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu. Namun, hingga kini tidak direalisasikan. "Pak Jokowi tidak tepati janji 2014 selesaikan kasus ini," ucap Andi.
Andi Arief sendiri adalah eks aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) era 1990-an. Dia menjabat sebagai ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), organisasi sayap PRD.
Andi sempat diculik oleh aparat. Dia dijemput di kediamannya di Lampung. Mujur, Andi dibebaskan. Nasibnya tidak seperti belasan aktivis lain yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Tonton juga video: Pernyataan Pamungkas Prabowo di Debat Capres Kedua
[Gambas:Video CNN] (dea)
Andi Arief. (Detikcom/Usman Hadi)