Hal itu ia sampaikan Ma'ruf usai melakukan simulasi jelang debat bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf di Kantor Kantor High End, Jakarta, Selasa (12/3).
"Justru yang sulit memilih [mengatur] waktu [bicara]. itu paling sulit," kata Ma'ruf kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf bercerita dirinya sudah terbiasa melakukan pembicaraan panjang tanpa adanya batasan waktu selama berkarier di PBNU. Hal serupa juga didapatnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Tentu [berlatih], Saya bagaimana saya harus bisa. Biasa saya kan ngomong panjang, ngaji itu kan panjang, jadi harus menyesuaikan," kata dia.
Selain itu, Ma'ruf menyatakan dirinya telah siap untuk merespons berbagai isu seputar persoalan guru honorer dan BPJS Kesehatan yang belakangan ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.
Khususnya BPJS, Ia menyatakan telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat luas dalam mengakses pelayanan kesehatan. Meski terdapat berbagai kekurangan di berbagai lini, Ma'ruf berjanji akan memperbaiki segala persoalan yang terdapat di layanan tersebut.
"Ya kita melihatnya harus keseluruhan, banyak manfaatnya dan yang masih ada masalah, tapi yang dirasakan banyak manfaatnya tentu kita permasalahannya dibenahi, tapi manfaatnya besar," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ain)