Jelang Debat Cawapres, Ma'ruf Berlatih Atur Waktu Bicara

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 19:09 WIB
Jelang Debat Cawapres, Ma'ruf Berlatih Atur Waktu Bicara Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin berlatih manajemen waktu jelang debat cawapres, 17 Maret mendatang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengaku masih kesulitan dalam hal manajemen waktu ketika berbicara saat debat cawapres, 17 Maret mendatang. Ma'ruf mengaku tengah mempersiapkan diri, berlatih agar dapat menyampaikan pesan secara efektif pada debat putaran ketiga tersebut.

Hal itu ia sampaikan Ma'ruf usai melakukan simulasi jelang debat bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf di Kantor Kantor High End, Jakarta, Selasa (12/3).

"Justru yang sulit memilih [mengatur] waktu [bicara]. itu paling sulit," kata Ma'ruf kepada wartawan.


Seperti diketahui, debat Pilpres putaran ketiga akan mempertemukan dua cawapres, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Jakarta Pusat 17 Maret mendatang. Debat ketiga itu akan mengambil tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.


Ma'ruf bercerita dirinya sudah terbiasa melakukan pembicaraan panjang tanpa adanya batasan waktu selama berkarier di PBNU. Hal serupa juga didapatnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Meski begitu, ia mengaku tak terlalu khawatir soal manajemen waktu bicara dalam debat. Ia menyatakan telah berlatih dengan baik untuk mengatur manajemen pembicaraan tersebut.

"Tentu [berlatih], Saya bagaimana saya harus bisa. Biasa saya kan ngomong panjang, ngaji itu kan panjang, jadi harus menyesuaikan," kata dia.


Selain itu, Ma'ruf menyatakan dirinya telah siap untuk merespons berbagai isu seputar persoalan guru honorer dan BPJS Kesehatan yang belakangan ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

Khususnya BPJS, Ia menyatakan telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat luas dalam mengakses pelayanan kesehatan. Meski terdapat berbagai kekurangan di berbagai lini, Ma'ruf berjanji akan memperbaiki segala persoalan yang terdapat di layanan tersebut.

"Ya kita melihatnya harus keseluruhan, banyak manfaatnya dan yang masih ada masalah, tapi yang dirasakan banyak manfaatnya tentu kita permasalahannya dibenahi, tapi manfaatnya besar," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (rzr/ain)