Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf secara umum sebesar 53,9 persen, Prabowo-Sandi hanya 34,7 persen dengan 11,4 persen responden belum memutuskan pilihan.
Jokowi-Ma'ruf unggul hampir di seluruh area kepulaian kecuali Sumatera. Di Sumatera, Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 40,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi meraih 46,3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pulau-pulau lain, pasangan Prabowo-Sandi tersungkur. Di Pulau Jawa dengan total 684 responden, Jokowi Ma'ruf meraih 58,0 persen, Prabowo-Sandi hanya 29,4 persen dengan jumlah yang belum memutuskan sebesar 12,6 persen.
"Pemilih di Jawa dan Sumatera akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenang di Pemilu Presiden 2019," kata Hasanuddin.
Di sisi lain Alvara juga mencatat tren elektabilitas Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf sama-sama mengalami sedikit penurunan terutama di periode Agustus 2018 ke Februari 2019.
Prabowo-Sandi mengalami penurunan 0,4 persen atau dari 35,1,3 persen menjadi 34,7 persen. Jokowi-Ma'ruf juga mengalami penurunan 0,4 persen, dari 54,3 persen menjadi 53,9 persen. Adapun jumlah undecided voters meningkat dari 10,6 persen pada Desember 2018 menjadi 11,4 persen pada Februari 2019.
Sedangkan di generasi milenial (usia 22-37 tahun), Jokowi-Ma'ruf meraih 51,5 persen, Prabowo-Sandi 37,2 persen, dan 11,3 persen jumlah undecided voters.
"Pertarungan ketat juga terjadi dalam memperebutkan pemilih kelas menengah," ujar Hasanuddin.
Survei Alvara tak jauh berbeda dengan sejumlah lembaga lain. Lembaga seperti LSI Denny JA, Cyrus Network, hingga PolMark Indonesia menempatkan Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi. (sas/wis)