Tiba di KPK, Romi Tertunduk Lesu dengan Muka Ditutup Masker

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 20:24 WIB
Tiba di KPK, Romi Tertunduk Lesu dengan Muka Ditutup Masker Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (15/3) pukul 20.13 WIB. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (15/3) pukul 20.13 WIB.

Kedatangan Romi disusul oleh empat orang yang ikut terciduk saat OTT di Jatim. Mereka datang tak lama setelah Romi masuk ke Gedung Merah Putih KPK.

Pantauan CNNIndonesia.com, saat keluar dari mobil Romi dikawal oleh tiga orang pegawai KPK. Romi terlihat mengenakan topi biru dongker, jaket hitam dan celana panjang. Wajah Romi terlihat ditutupi dengan masker berwarna cokelat dan kacamata hitam


Romi digelandang ke dalam gedung KPK. Tak ada sepatah kata pun terucap dari mulut Anggota DPR RI Komisi VIII itu. Ia pun terlihat jalan dengan agak lunglai.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur. Diketahui, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut.

Febri mengatakan pihaknya mengamankan lima orang dalam operasi. Ia mengatakan kelima orang itu terdiri dari unsur Anggota DPR RI, swasta, pejabat Kementerian Agama.
Tiba di KPK, Romi Tertunduk Lesu dengan Muka Ditutup MaskerKetum PPP Romahurmuziy tiba di Gedung KPK usai terjaring OTT di Jawa Timur. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

"Lima orang tersebut ada dari unsur penyelenggara negara dari DPR RI anggota DPR RI, kemudian ada unsur swasta, dan dari unsur pejabat di Kementerian Agama pejabat di daerah ya di Kementerian Agama," kata Febri di Gedung KCLC, Jakarta, Jumat (15/3).

Febri mengatakan dalam penindakan kali ini, KPK mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah. Hanya saja, Febri enggan membeberkan jumlahnya.

"Ada uang yang kami amankan juga karena itu ada diduga adalah bagian dari transaksi yang diindikasikan melibatkan penyelenggara negara tersebut," katanya.

Selain itu, kata Febri transaksi tersebut terkait dengan jual beli jabatan di Kementerian Agama.

"transaksi ini dari identifikasi yang sudah kami lakukan diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama baik di pusat ataupun di daerah tentu Kami Perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi tersebut dan KPK belum bisa menyebutkan Siapa saja orang-orang yang diamankan," kata dia.


(SAH/arh)