Polisi Umumkan 22 Korban Tewas Banjir Bandang Sentani

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 21:24 WIB
Polisi Umumkan 22 Korban Tewas Banjir Bandang Sentani Petugas mengevakuasi para korban tewas akibat banjir bandang di Sentani, Papua (BASARNAS via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian daerah (Polda) Papua mengumumkan 22 nama dari 61 korban meninggal akibat banjir bandang yang melanda Sentani, Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3) malam hingga Minggu dini hari. Para korban kini berada di RS Bhayangkara, Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal didampingi Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol Ramon A di RS Bhayangkara, Kota Jayapura, Minggu malam, mengatakan ke-22 korban tersebut telah diserahkan ke keluarga.

"Tiga nama korban pertama telah diserahkan langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar kepada keluarga," katanya, seperti dikutip Antara, Minggu malam (17/3).


Adapun nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi

1. Tiara;
2. Nur Asifah;
3. Jean Felle;
4. Edi Giori Gilbert Fernadus;
5. Gunawan Weya;
6. William Steven Erary;
7. Wilem Tapilatu;
8. Elsita F. Setiarini;
9. Elisa Benyamin Fernandus;
10. Yunanik;
11. Aglan Monim;
12. Loowik Tukayp;
13. Kaidina Wanimbo;
14. Martina Maria Monim;
15. Bayi Ny. Mira Wenda;
16. Evelin Elin Korwa;
17. Kristian Erary;
18. Viktoria Erary;
19. Denselina;
20. Nortee Monim;
21. Ikel Wenda;
22. Poniman Tabuni

Kamal menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah, karena personel TN/Polri, tim SAR dan pemangku kepentingan lainnya masih dikerahkan di setiap titik yang dianggap sebagai tempat terparah dan terdapat korban jiwa.

"Anggota masih terus melakukan pencarian para korban yang belum ditemukan dan untuk korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara dan untuk korban luka-luka masih dirawat di beberapa rumah sakit seperti RS Yowari Sentani, RS Dian Harapan Waena dan RS Bhayangkara Jayapura," kata Kamal.

Sementara itu, Ramon mengungkapkan untuk sisa korban yang belum diidentifikasi telah ditempatkan di ruang pendingin untuk selanjutnya pada Senin (18/3) dilakukan proses identifikasi.

"Proses identifikasi hari ini sudah selesai dan akan dilanjutkan pada esok hari. Nantinya sekitar pukul 09.30 WIT akan kami rilis lagi hasil terbaru," katanya.

Banjir bandang yang terjadi Sabtu (16/3) malam itu, menyebabkan 64 orang meninggal dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Tercatat sembilan distrik di Kabupaten Sentani terkena banjir.

[Gambas:Video CNN] (Antara/eks)