Bu Lis, Warga Sragen yang Curhat ke Sandi soal BPJS Kesehatan

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 12:00 WIB
Bu Lis, Warga Sragen yang Curhat ke Sandi soal BPJS Kesehatan Sandiaga sempat menyinggung pengalamannya bercengkerama dengan Bu Lis asal Sragen. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyinggung sosok warga Sragen, Jawa Tengah, bernama Bu Lis dalam debat cawapres 2019 yang digelar Minggu (17/3) malam. Sandi menyebut Bu Lis merupakan salah seorang warga yang mengidap sakit kanker namun biaya kesehatannya tidak dibayar oleh BPJS Kesehatan.

Nama Bu Lis ini pun ramai dibicarakan netizen di media sosial. Mereka mempertanyakan siapa sosok Bu Lis yang disebut-sebut oleh Sandi.

Tak lama akun twitter atas nama @LiesSugiyarti muncul di tengah sesi debat tadi malam. Namun dalam akunnya, Lies mengaku tak mengenal Sandi. Ia meminta netizen tak memberikan balasan atau pesan langsung melalui akun twitter miliknya.


Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menegaskan bahwa sosok Bu Lis yang dimaksud Sandi benar-benar ada dan pernah ditemui mantan wagub DKI itu saat berkunjung ke Sragen pada akhir Desember lalu.

"Bang Sandi sudah berkunjung ke 1.500 titik dan banyak sekali orang yang ditemui. Termasuk Bu Lis itu," ujar Andre kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/3).

Andre mengaku tak tahu sosok detail Bu Lis yang disebut Sandi. Namun ia memastikan ada perwakilan dari pihak BPN yang selalu ikut mendampingi dan menjadi saksi ketika Sandi bertemu dengan warga di daerah.

Politikus Gerindra ini juga menjamin cerita yang disampaikan Sandi bukan karangan belaka. Terlebih pertemuan Sandi dengan sejumlah warga di daerah kerap direkam menggunakan video dan dibagikan melalui akun di media sosial.

"Saya pastikan yang disampaikan Bang Sandi itu ada. BPN pasti juga selalu ikut kalau Bang Sandi keliling. Bu Lis itu fakta, bukan fake," katanya.

Sementara terkait akun twitter atas nama @LiesSugiyarti, Andre memastikan bahwa akun itu palsu. Dari hasil penelusuran tim BPN, kata dia, foto yang digunakan dalam akun tersebut adalah foto milik orang lain.

"Itu beda dengan Bu Lis yang dimaksud Bang Sandi. Itu akun palsu, foto orang yang diambil," ucap Andre.
Bu Lis, Warga Sragen yang Curhat ke Sandi soal BPJS KesehatanSandiaga berhadapan dengan Ma'ruf Amin di debat cawapres semalam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Ia menduga akun twitter yang mengatasnamakan Bu Lis itu sengaja dibuat kubu Jokowi-Ma'ruf untuk menutupi kelemahan program BPJS Kesehatan yang selama ini dijalankan pemerintahan Jokowi.

"Ini cara kampanye hitam untuk menutupi kelemahan program BPJS. Cawapresnya juga (Ma'ruf) kan waktu debat bawa sontekan. Mereka panik dengar Sandi yang santai jawabnya, makanya buat seperti itu," tuturnya.

Nama Bu Lis sendiri pernah disinggung oleh Sandi dalam akun facebook 'Sandiaga Salahuddin Uno' pada 30 Desember 2018. Dalam akun facebooknya, Sandi menuliskan pengalamannya bertemu Bu Lis yang mengidap kanker payudara. Ia juga mengunggah sebuah video yang menunjukkan sosok Bu Lis.

Bu Lis dalam video tersebut mengaku sebagai pasien kanker payudara yang tidak mendapat jaminan dari pemerintah.

"Saya adalah pasien kanker payudara yang tidak dicover oleh pemerintah. Saya mohon Bang Sandi bisa membantu teman-teman kita seperti saya obat resep itu tidak dijamin oleh BPJS. Itu sangat memberatkan kita sebagai warga kecil, warga miskin yang itu tidak bisa kita beli. Sebetulnya dicover tapi harus ada penyebaran, bagaimana mungkin kita ingin sembuh kok harus penyebaran begitu."

Sementara di bawah unggahan video itu, Sandi turut menuliskan keterangan.

"Saya bertemu dengan Ibu Liswati, penderita kanker payudara yang biaya obatnya tidak dicover oleh pemerintah. Hal ini sangat memberatkannya sebagai warga kecil. Beliau ingin mendapatkan keadilan untuk pelayanan kesehatan. Insya Allah Bu, kami akan perjuangkan masalah ini. Saya dan Pak Prabowo Subianto akan memperbaiki tata kelola BPJS, karena sistem BPJS kesehatan ini seharusnya dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan, bukan malah menyusahkan. Kedepan, kami pastikan tidak ada rumah sakit dan puskesmas yang dihutangi lagi, dan kami pastikan pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan ke kelas menengah ke atas, tapi juga untuk seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan seperti Bu Liswati. Mari kita doakan sama-sama semoga penyakit Ibu Liswati dapat segera diangkat. Aamiin ya rabbal alamin."

Unggahan Sandi di akun facebook itu dikomentari 485 akun dan telah 821 kali dibagikan.
(psp/gil)