Debat Cawapres, TKN Jokowi Sebut Sarung dan Peci Kalahkan Jas

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 20:13 WIB
Debat Cawapres, TKN Jokowi Sebut Sarung dan Peci Kalahkan Jas Calon wakil presiden Sandiaga Uno mencium tangan calon wakil presiden Ma'ruf Amin dalam debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyatakan gaya busana saat debat cawapres tak menjamin hasil atau performa cawapres. Dia mengatakan itu untuk menyindir gaya busana Sandiaga Uno saat debat yang mengenakan setelan jas, namun menurut Hasto tak mampu mendominasi di panggung debat.

Hasto menilai yang mendominasi di panggung debat justru Ma'ruf Amin yang mengenakan busana sederhana berupa sarung, peci, dan baju koko.

"Dalam tampilan peci dan sarung, ternyata mampu mendominasi tampilan jas yang paling keren sekalipun," ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Senin (18/3).


Hasto mengatakan penampilan Ma'ruf dalam debat cawapres di luar dugaan. Dalam balutan pakaian khasnya, ia menilai Ma'ruf menampilkan pemahaman yang luas terhadap berbagai persoalan bangsa hingga isu terkini, seperti #10YearsChallenge, stunting, platform digital, hingga opera house.

Meski paham dan kekinian, Hasto menyebut Ma'ruf tetap menjaga kearifan lokal.

"Menjadikan Kiai Ma'ruf Amin tampil unggul dari Sandiaga Uno yang praktis tanpa terobosan," ujarnya.

Hasto mencontohkan paparan Ma'ruf soal tenaga kerja. Saat debat cawapres Ma'ruf membantah ada serbuan pekerja asing di Indonesia. Ma'ruf menyampaikan lewat data bahwa jumlah TKA di Indonesia hanya 0,01 persen. Jumlah itu terkecil dibanding negara-negara lain di dunia. 

Selain itu, Ma'ruf juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan.

Ma'ruf menyebut jika menang Pilpres, peningkatan kualitas tenaga kerja akan dilakukan dengan membangun Balai Latihan Kerja yang bisa diakses gratis oleh masyarakat. Peningkatan kualitas juga dilakukan sejak dari sekolah atau kampus.

Hasto mengklaim paparan Ma'ruf itu berhasil menyentuh hati para pekerja, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kiai Ma'ruf Amin dengan nuraninya berbicara dengan kebaikan untuk umat, penuh kejujuran dan inilah yang menjadi sisi keunggulan Kiai Haji Ma'ruf Amin, yakni dasar-dasar terhadap pemahaman kemanusiaan," ujar Hasto.

Menurut Hasto, hal lain yang membuat Ma'ruf berhasil mendominasi panggung debat lantaran yang bersangkutan punya jam terbang panjang dalam berdialektika dengan umat. 

Selain itu, Hasto mengatakan kebersihan hati dan pikiran Ma'ruf menjadi faktor kunci keunggulan dari Sandi. Sebaliknya, Hasto menilai Sandi yang tampil dalam kemudaan secara fisik, dinilainya justru gagal mengelaborasi visi misi.

"Terbukti, bahwa visi dan jiwa muda jauh lebih penting daripada sekadar berpenampilan muda namun miskin kebijaksanaan," ujar Hasto.

Sandi Menang 4 Poin

Sementara itu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Anggawira, mengaku sangat puas dengan hasil debat malam hari ini.

Dia mengklaim dari enam segmen debat cawapres kemarin malam, Sandi menang dengan meraih empat poin. 

"Dari semua sesi debat pada malam ini, bung Sandi berhasil memenangkan debat, sehingga saya semakin yakin jika April mendatang pak Prabowo dan bung Sandi dapat memenangkan pilpres," ujar Anggawira.

Anggawira tak merinci di segmen mana saja Sandi meraih poin-poin tersebut. Dia hanya berharap kemenangan Sandi pada malam hari ini dapat dipertahankan sampai Pilpres 2019 yang hanya menghitung hari tersebut.

"Debat malam ini menentukan kemenangan Prabowo-Sandi April mendatang, dan bung Sandi telah membuktikan kemenangannya, dan semoga kemenangan ini akan dapat terus dipertahankan sampai april nanti," ujar dia. (jps/wis)