Kasus Suap Samin Tan, Dirjen Minerba ESDM Mangkir dari KPK

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 20:40 WIB
Kasus Suap Samin Tan, Dirjen Minerba ESDM Mangkir dari KPK Dirjen Minerba KESDM Bambang Gatot Ariyono (kiri) mangkir dari panggilan KPK soal kasus suap. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/3).

Bambang semestinya menjadi saksi bagi bos PT Borneo Lumbung Energy and Metal, Samin Tan, dalam kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT)‎ di Kementeriaan ESDM.

"Saksi bagi tersangka SMT (Samin Tan) hari ini tidak hadir. Belum diperoleh informasi alasan ketidakhadirannya," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat.


Selain Bambang, saksi lain yang juga tak memenuhi panggilan KPK yakni staf PT AKT Fitrawan Tjandra alias Oscar.


"Penyidik juga belum memperoleh alasan ketidakhadiran," katanya.

Febri menyatakan akan menjadwalkan ulang Bambang dan Oscar untuk memberi keterangan sebagai saksi bagi Samin Tan.


Dalam kasus ini, Samin Tan diduga menyerahkan uang kepada Eni Saragih sekitar Rp 5 miliar untuk kepentingan proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 yang menjerat politikus Partai Golkar Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes B Kotjo, dan mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham.

[Gambas:Video CNN] (psp/DAL)