Romi Ingin Ambil Langkah Seribu Saat Tahu OTT KPK

CNN Indonesia | Sabtu, 16/03/2019 17:34 WIB
Romi Ingin Ambil Langkah Seribu Saat Tahu OTT KPK Ketua Umum PPP Romahurmuziy sempat berupaya melarikan diri saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menangkapnya. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PPP Romahurmuziy sempat berupaya melarikan diri saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menangkapnya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Muhammad Laode Syarief saat memaparkan kronologi penangkapan Romi.

Laode bercerita pada saat kejadian tim KPK di lapangan sudah menyampaikan kepada Romi agar tidak membuat kegaduhan. Akan tetapi pada praktiknya, Romi justru berniat kabur.

"Tapi memang beliau pergi ke tempat lain, bukan datang menemui," kata Laode di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (16/3).


Dari penuturan Laode, saat itu Romi sedang berada di sebuah restoran hotel untuk sarapan. Tim KPK sudah menyampaikan pesan kepada Romi agar menemui mereka di luar restoran.


Juru bicara KPK Febri Diansyah melengkapi bahwa Romi berusaha melarikan diri ketika menyadari ada tim KPK di sana. Anggota DPR RI Komisi XI itu kemudian beranjak dari posisi semula yang sedang duduk menuju luar hotel dengan berjalan kaki.

Ada gelagat kabur, pada saat itu pula tim KPK memutuskan mengejar Romi.

"Karena pihak yang akan diamankan itu berpindah tempat tentu tim KPK menghampirinya," cetus Febri.

Romi pun akhirnya ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Ada lima orang lain yang turut dicokok oleh komisi antirasuah. Dua di antaranya adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Adapun barang bukti yang diperoleh KPK dalam operasi itu adalah uang berjumlah Rp156.758.000.

Dalam kasus dugaan jual beli jabatan ini, Haris dan Muafaq diduga berperan sebagai pemberi suap, sementara Romi sebagai penerima. KPK sudah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. (bin/asa)