Program ini kata dia berfokus pada kompetisi yang akan dilakukan di dunia pendidikan dan tak hanya satu bidang tetapi berbagai hal, baik olahraga, sains, ilmu pengetahuan umum, hingga seni.
"Semua jenis kompetisi, mulai dari sains sampai olahraga," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berkomitmen 10 persen dari dana pendidikan itu difokuskan pada menghidupkan semangat kompetisi. Karena dana pendidikan itu minimal 10 persen itu harus digunakan untuk kompetisi-kompetisi seperti ini," jelasnya.
Misalnya untuk cabang kompetisi olahraga, akan bekerjasama dengan Kemenpora atau cabang kompetisi pendidikan bisa bekerjasama dengan Dikti.
Dia pun mencontohkan, kompetisi cabang olahraga atau cabang seni dan cabang lainnya di luar negeri adalah hal yang biasa. Bahkan tak sedikit dari kompetisi sekolah antara pelajar ini yang menghasilkan atlet-atlet hebat di negaranya.
"Liga sekolah itu harus dihidupkan. Sebab kalau di beberapa negara maju, liga-liga sekolah itu menjadi laboratorium utama para atlet-atlet hebat. Atlet-atlet basket itu lahir dari liga-liga sekolah dan liga-liga kampus," katanya. (tst/age)