Acara Penghargaan Jokowi, Perangkat Desa Tak Dapat Rp3 Juta

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 03:45 WIB
Acara Penghargaan Jokowi, Perangkat Desa Tak Dapat Rp3 Juta Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (20/2). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Panitia Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa Se-Indonesia Muhammad Asri Anas membantah pihaknya bakal memberikan uang Rp3 juta kepada perangkat desa yang hadir dalam acara penghargaan bagi Presiden Joko Widodo itu.

Sebaliknya, ia menyebut peserta acara yang harus membayar dengan nominal tersebut.

Diketahui, Bakornas P3KD menggelar acara Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa Se-Indonesia dengan melibatkan 80.000 - 100.000 perangkat desa di GBK, Jakarta. Salah satu agenda acara adalah memberikan penghargaan Bapak Pembangunan Desa kepada Presiden Joko WIdodo.


"Enggak benar itu. Darimana kita ngambil duit? Makanya modelnya partisipasi," tutur Asri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/3).

Asri menjelaskan bahwa peserta acara Silaturahmi Nasional wajib membayar Rp3 juta untuk berbagai kebutuhan, antara lain transportasi, penginapan, dan makan selama empat hari di Jakarta. Dia menegaskan bahwa peserta tidak diberikan uang.

Ketua panitiaKetua panitia Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa Se-Indonesia M Asri Anas. (Detikcom/Andhika Prasetia)
Dia menyebut kontribusi Rp3 juta itu sengaja ditulis dalam undangan kepada kepala dan perangkat desa agar tidak ada yang beranggapan bahwa acara Silaturahmi Nasional itu dibiayai oleh pemerintah.

"Kan ada yang tanya kenapa ada kontribusi Rp3 juta? Itu sengaja kita cantumkan agar tidak ada kesan kita dibiayai pemerintah. Ini kan musim politik . Nanti kita dianggap mobilisasi," kata Asri.

Dia menyangkal ada kementerian atau lembaga negara tertentu yang memberikan anggarannya. Asri juga menyanggah kepala dan perangkat desa dimobilisasi oleh pemerintah.

Menurutnya, acara Silaturahmi Nasional murni diselenggarakan oleh Bakornas P3KD yang tidak dibawahi oleh lembaga negara. Dia mengatakan koordinasi dengan kementerian tertentu hanya sebatas pembinaan tanpa ada uang yang mengalir.

"Enggak lah. itu kan bisa dicek," klaim Asri.

"Itu sama sekali tidak benar. Tanya aja kepala desa. Mana ada dikasih duit oleh Kemendagri. Enggak ada. Tidak benar itu," lanjutnya.

Acara Penghargaan Jokowi, Perangkat Desa Tak Dapat Rp3 JutaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Asri kemudian menjelaskan bahwa Bakornas P3KD membawahi lima asosiasi perangkat desa. Biasanya, kata Asri, masing-masing asosiasi menggelar acara sendiri-sendiri. Namun kali ini, semuanya sepakat untuk mengadakan acara bersama lantaran agenda yang sama, yakni ingin mengapresiasi Jokowi yang telah menaikkan gaji perangkat desa serta menaikkan anggaran desa tiap tahun sejak 2014.

"Baru kali ini. Biasanya sendiri sendiri. Tetapi karena kami anggap tuntutannya sama, kita jadikan. Satu aja," tutur Asri.

Merujuk dari undangan dari Bakornas P3KD kepada kepala desa yang diterima CNNIndonesia.com, acara Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa Se Indonesia akan dihelat pada 30 Maret - 3 April mendatang. Acara utama dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 2 April.

Pada puncak acara, Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menyampaikan program hasil pembangunan desa periode 2014-2019. Selanjutnya, Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh INdonesia (APDESI), bersama Ketua Umum PAPDESI dan PPDI memberikan penghargaan Bapak Pembangunan Desa kepada Presiden Jokowi.

Menkopolhukam Wiranto turut diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Begitu pula Jokowi menjelang akhir acara.

[Gambas:Video CNN] (bmw/arh)