Dari hasil survei menunjukkan, elektabilitas paslon nomor urut 02 pada Oktober 2018 berada di angka 32,7 persen. Jumlah ini selisih cukup jauh dengan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di bulan yang sama yakni sebesar 52,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan elektabilitas paslon nomor urut 01 itu justru merosot ke angka 49,2 persen ada penurunan 3,4 persen dari angka pada Oktober 2018 yang mencapai 52,6 persen.
Survei ini dilakukan pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei dari hasil survei ini +/- 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebelumnya, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Februari-Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 57,6 persen sementara Prabowo-Sandiaga Uno 31,8 persen. Artinya, ada gap elektabilitas 25,8 persen.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Survei PolMark Indonesia pada Oktober 2018 sampai Februari 2019 menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 40,4 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 25,8 persen, atau berjarak 14,6 persen.
[Gambas:Video CNN] (psp/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen