Survei tersebut menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 turun dari 52,6 persen pada Oktober 2018 menjadi 49,2 persen pada Maret 2019. Selain itu, selisih elektabilitasnya dengan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menipis menjadi 11,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selisih hasil akhirnya sekitar 13,6 persen. Ini angka yang cukup besar," ujar Ace dalam pesan singkat, Rabu (20/3).
Ace menilai hasil surveil Litbang Kompas justru menjadi pelecut TKN sungguh-sungguh bekerja untuk memenangkan Jokow-Ma'ruf di Pilpres 2019. Terlebih, hasil survei itu belum memotret dampak debat cawapres antara Ma'ruf dengan Sandiga.
"Survei ini belum memotret debat ketiga yang secara nyata dimenangkan Abah Kiai Ma'ruf Amin yang pada awalnya sebagian pihak under estimate," ujarnya.
"TKN optimis dengan semua hasil survei, kecuali survei internal BPN 02. Survei itu menunjukkan bahwa hoax, fitnah yang disemburkan tidak membuat masyarakat goyah untuk tetap mendukung Pak Jokowi," ujar Ace.
Diketahui, pada Pilpres 2014 selisih suara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dengan Prabowo-Hatta Rajasa hanya 6,3 persen.
[Gambas:Video CNN] (jps/arh)