"Isi rekaman tak sama dengan apa yang beredar di media," tulis Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu bagian yang diceritakan para sumber itu adalah terkait situasi kokpit jelang insiden. Pilot Bhavye Suneja disebut menyerahkan kendali pesawat kepada co-pilot Harvino saat penerbangan kondisi stall tak juga bisa diatasi.
Petugas mengangkat puing-puing pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh tahun lalu. (REUTERS/Edgar Su) |
KNKT menambahkan bahwa rekaman CVR pesawat tersebut hanya memuat penerbangan Lion air JT-610. Penerbangan sebelumnya, JT-043 dengan rute Denpasar Jakarta sudah tak ada dalam CVR.
"Penerbangan JT043 sudah terhapus (overwritten) sehingga sudah tidak ada di CVR," ucap Soerjanto.
"KNKT juga sudah berdiskusi dengan Boeing dan FAA terkait sistem MCAS (Manuvering Characteristic Augmentation System) dan approval yang diberikan oleh FAA (Federal Aviation Administration)," kata dia.
"Terkait hasil investigasi ini akan disampaikan oleh KNKT pada final report yang dijadwalkan akan dipublikasikan pada bulan Agustus atau September 2019," kata Soerjanto.
Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP yang ditemukan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I di KRI Spica-934, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (14/1). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
"Kami tak dapat memberikan komentar tentang ada atau tidaknya kemiripan kecelakaan ET302 dengan JT610," ucap Soerjanto, sambil menambahkan bahwa insiden pesawat Ethiopia itu bisa melengkapi data kecelakaan Lion Air.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)
Petugas mengangkat puing-puing pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh tahun lalu. (
Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP yang ditemukan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I di KRI Spica-934, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (14/1). (