Helm Proyek untuk Jokowi, Simbol Dukungan Para Konglomerat

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 09:32 WIB
Helm Proyek untuk Jokowi, Simbol Dukungan Para Konglomerat Calon presiden Joko Widodo menerima helm proyek di acara deklarasi yang dihadiri para konglomerat di Istora Senayan, Jakarta. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Helm berwarna putih diberikan kepada calon presiden nomor 01 Joko Widodo sebagai simbol dukungan para pengusaha yang tergabung dalam relawan Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo) di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

Jokowi menerima helm proyek tersebut dari perwakilan pengusaha. Ia lantas memakainya dan kemudian mendorong sebuah tuas bersama para pengusaha. Dukungan secara resmi pun diberikan Relawan KerJo.

Jokowi mengucapkan terima kasih terhadap dukungan yang diberikan para pengusaha itu. Menurut Jokowi, dukungan tersebut menambah kekuatan untuk bekerja sampai hari pemilihan presiden dan wakil presiden, 17 April 2019.


"Ini merupakan energi besar bagi kami berdua untuk lebih optimis dalam bekerja yang tinggal 27 hari ini," kata Jokowi di hadapan ribuan pengusaha Kamis malam itu.


Jokowi menyapa para pengusaha yang hadir dalam acara deklarasi tersebut, di antaranya Alim Markus, Sofjan Wanandi, Arifin Panigoro, Boy Thohir, Haryadi Soekamdani, Rosan Roeslani, dan terakhir Anindya Novyan Bakrie.

Nama-nama yang disebut Jokowi itu merupakan para konglomerat pemilik lini bisnis di berbagai sektor ekonomi.

Alim Markus alias Liem Boen Kwang adalah pemilik kerajaan bisnis Maspion Group. Grup tersebut mempunyai delapan lini bisnis, di antaranya layanan produk konsumen, produk konsumen industri.

Lini bisnis lainnya yaitu konstruksi dan material bangunan, hotel, properti komersial dan properti industri, perbankan, perdagangan dan distribusi, infrastruktur dan energi, serta beragam bisnis lainnya.


Kemudian Sofjan Wanandi yang kini menjabat Ketua Tim Ahli Wakil Presiden juga memiliki kerajaan bisnis. Ia juga menduduki posisi ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Sofjan adalah pemilik Gemala Group yang sekarang menjadi Santini Group.

Helm Proyek untuk Jokowi dari Para Konglomerat Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (keempat kiri) menghadiri Deklarasi pengusaha pekerja pro Jokowi (Kerjo) di Istora Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Selanjutnya Arifin Panigoro, pendiri dan pemilik Medco Group. Kelompok usaha tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari energi, makanan, agrobisnis, finansial, perhotelan, hingga properti.

Arifin juga masuk dalam 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2018 versi Forbes.

Boy Thohir atau pemilik nama asli Garibaldi Thohir tak lain kakak dari Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Boy memimpin Adaro Energy, salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.

Boy juga masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2018.

Selanjutnya Haryadi Sukamdani adalah anak dari Sukamdani Sahid Gitosardjono, pemilik Sahid Group, yang bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata. Haryadi juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).


Rosan Roeslani adalah pendiri Finance Indonesia yang berubah menjadi Recapital pada 2002. Perusahan tersebut bergerak di sektor keuangan, perbankan, pertambangan, infrastruktur, properti, hingga media dan komunikasi.

Kini, Rosan menduduki posisi ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Terakhir Anindya Bakrie adalah putra Aburizal Bakrie, pengusaha sekaligus politikus senior. Ia menjabat sebagai CEO PT Visi Media Asia (VIVA) dan CEO PT Bakrie Global. Anin menguasai perusahaan yang bergerak di sejumlah sektor, dari media massa, perkebunan, hingga pertambangan.

Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan bahwa pihaknya ingin memangkas pajak bagi korporasi.


Jokowi mengatakan sudah beberapa kali bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), untuk membahas penurunan pajak tersebut.

Namun, Jokowi merasa heran sampai saat ini aturan penurunan pajak bagi korporasi belum juga selesai.

"Saya enggak tahu hitungannya seperti apa. Tapi yang jelas dari Kementerian Keuangan, dari Dirjen Pajak sampai saat ini belum masuk ke meja saya," katanya.

Pada Kamis malam, calon presiden nomor 01 Jokowi menghadiri deklarasi dukungan 10.000 anggota Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo), di Istora, Senayan, Jakarta. Sementara, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan 1.000 pengusaha dari berbagai daerah yang juga mendeklarasikan dukungan.
[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)