Romi Maklum PPP Tak Beri Bantuan Hukum

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 11:33 WIB
Romi Maklum PPP Tak Beri Bantuan Hukum Tersangka jual beli jabatan di Kemenag, Romahurmuzy meminta maaf kepada PPP atas kasus yang menjeratnya. Romi menegaskan bahwa kasus dirinya merupakan urusan pribadi. (CNN Indonesia/Damar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) mengaku maklum atas sikap partai yang kini dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Suharso Monoarfa itu tak memberikannya bantuan hukum. Menurutnya, kasus yang dialaminya ini murni urusan pribadi.

"Tentu sudah pada tempatnya PPP tidak memberi bantuan hukum karena ini memang bukan dalam kapasitas saya sebagai ketua umum," kata dia di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (22/3).

Pada kesempatan itu, politikus asal Sleman itu justru meminta maaf kepada seluruh kader PPP. Seolah kembali menegaskan, Romi mengatakan kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag tak terkait partai berlambang kakbah tersebut.


"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan PPP," ucap Romi.


Kehadiran Romi di gedung KPK hari ini guna diperiksa sebagai tersangka dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Romi sebagai tersangka penerima suap. Sementara dua tersangka lainnya yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin ditetapkan sebagai pemberi suap.

KPK juga telah melakukan penggeledahan di ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan KPK mengamankan uang senilai US$30 ribu dan Rp180 juta rupiah dari penggeledahan pada Senin (18/3).


Seperti diketahui, pascapenetapan Romi sebagai tersangka KPK, PPP resmi memberhentikan Romahurmuziy dari posisinya sebagai ketua umum partai. Pemberhentian Romi berdasarkan keputusan rapat Dewan Pengurus Harian, Sabtu (16/3).

Menindaklanjuti kekosongan kepemimpinan, PPP lantas secara resmi menetapkan Suharso Monoarfa sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP. Suharso naik secara aklamasi melalui Forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III yang digelar di Hotel Seruni, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3) malam.

[Gambas:Video CNN]