Tarif MRT Belum Putus, Anies Buka Komunikasi dengan DPRD

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 01:36 WIB
Tarif MRT Belum Putus, Anies Buka Komunikasi dengan DPRD Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tarif Moda Raya Terpadu (MRT) belum final diputuskan. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyatakan bakal ada komunikasi antara Gubernur dan Pimpinan DPRD  DKI Jakarta yang khusus untuk membahas tarif MRT.

"Ternyata masih ada ruang yang harus kami bicarakan dengan pimpinan dewan besok. Mungkin kami agendakan dengan pimpinan antara kepala daerah dan pimpinan DPRD," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/3).

Saefullah menyatakan pertemuan keduanya akan membahas mengenai titik temu tarif MRT. Sebagai informasi, dalam rapat pimpinan antara dewan dengan BUMD dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Senin (25/3) siang telah dibahas usulan tarif sebesar Rp8.500 hingga Rp10 ribu.


"Tentu ini jangan terburu-buru ditetapkan masih ada ruang untuk kami eksekutif dan legislatif membicarakan lebih dalam terhadap implikasi dari semuanya ini," jelas Saefullah.



Disebutkan Saefullah bahwa DKI akan mempertimbangkan angka kemampuan masyarakat untuk membayar. Kemampuan bayar masyarakat tersebut nantinya akan dibandingkan dengan pemeliharaan moda transportasi baru tersebut.

"BUMD kami kan banyak sekali nanti yang harus dirawat terkait dengan keretanya, juga sarana prasarana lain. Itu kan butuh maintenance yang tinggi," jelas dia.

Di dalam Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2014 dijelaskan bahwa tarif angkutan harus memperhatikan saran dari DTKJ. Sementara itu BUMD mengusulkan tarif MRT di rentan harga Rp8.500 hingga Rp10 ribu dan LRT di rentan Rp5 ribu hingga Rp7 ribu.

Kemudian dari hitung-hitungan kemampuan membayar masyarakat tarif MRT berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp12.500 dan LRT di kisaran Rp5.000 hingga Rp7.000.

[Gambas:Video CNN]

"Jadi saya rasa kami ingin memanfaatkan ruang yang tersedia ini antara eksekutif dan legislatif untuk berdiskusi kembali," tutup Saefullah.

MRT sudah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 24 Maret 2019. Rencananya operasional komersil MRT akan mulai dilakukan pada tanggal 1 April 2019 (ctr/agt)