Bocah 9 Tahun Saksi Kunci Pembunuhan Calon Pendeta

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 09:37 WIB
Bocah 9 Tahun Saksi Kunci Pembunuhan Calon Pendeta Ilustrasi saksi kunci pembunuhan. (Unsplash/Pixabay).
Palembang, CNN Indonesia -- NPR (9) selamat dari peristiwa dugaan pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap calon pendeta atau vikaris Melindawati Zidemi (24) di kebun sawit Dusun Sungai Baung Desa Bukti Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (25/3).

Bocah yang juga jemaat Gereja Kristen Injili Indonesia (GKKI) ini menjadi saksi kunci setelah sempat dikira tewas oleh dua pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Arisman Manai, salah satu rekan vikaris korban di GKKI Sungai Baung mengatakan jemaat GKKI mengetahui korban dibunuh setelah NPR berlari ketakutan dari tempat kejadian perkara (TKP).


Arisman menjelaskan, pada pukul 17.00, korban Melinda bersama NPR pergi dari gereja menuju Pasar Jeti untuk berbelanja menggunakan sepeda motor. Namun hingga malam tiba, keduanya tidak kunjung kembali ke gereja.

"Kami khawatir, biasanya setelah ke pasar sore sudah pulang ke gereja. Kami mulai mencari di sekitar kawasan gereja. Tapi pukul 23.00, NPR pulang jalan kaki, kondisinya ketakutan. Punggungnya banyak luka goresan seperti diseret," ujar Arisman ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara.

NPR bercerita bahwa mereka dirampok di tengah perjalanan pulang dari pasar menuju gereja. Bocah kecil tersebut mengaku motor yang mereka kendarai terhalang balok kayu besar. Saat hendak turun meminggirkan batang kayu tersebut, mereka disergap oleh dua orang pelaku berpakaian hitam dan menutup wajahnya menggunakan kain sarung.

NPR dan Melinda disekap, tangan dan kaki mereka diikat oleh karet ban dalam. Satu orang pelaku membawa Melinda, sementara satu pelaku lainnya mencekik NPR hingga pingsan. Setelah pingsan, NPR dibuang oleh salah satu pelaku ke semak-semak. Malam hari, NPR baru sadarkan diri.

"Sepertinya mereka niat membunuh NPR. Tapi dia hanya pingsan saat dicekik. Malam dia baru sadar, lihat Melinda sudah meninggal, makanya NPR lari ke gereja memberitahu kami. Mungkin dapat mukjizat dari Tuhan ternyata ikatan tangan NPR lepas jadi bisa kabur ke gereja," ujar dia.

Usai NPR tiba di gereja dan memberitahukan kondisi Melinda, jemaat gereja pun segera mencari jenazah Melinda di sekitar lokasi. Berjarak 300 meter dari sepeda motor yang dikendarainya, Melinda ditemukan tak lagi bernyawa dengan kondisi tidak mengenakan celana dan pakaiannya terbuka.

Tangan dan kaki Melinda dalam kondisi terikat karet ban dalam dan di leher korban ada bekas jeratan.

"Motornya masih ada, tidak diambil oleh pelaku. Tapi ponselnya hilang. NPR sekarang masih trauma, setiap diajak ngobrol dia nangis," kata Arisman.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi berujar, penyidik Polres OKI sudah melakukan olah TKP dan akan melakukan pemeriksaan terhadap NPR sebagai saksi kunci.

"Kita tunggu dulu kondisi saksi stabil, apalagi masih anak-anak, sangat rentan," ujar dia.

Berdasarkan keterangan sementara dari NPR, pelaku berjumlah dua orang berperawakan kurus dan menyamarkan wajah dengan menutupinya menggunakan kain sarung warna hitam.

"Kita masih kembangkan kasusnya dan kita buru dua pelaku ini yang sementara masih buron. Motif belum diketahui," ujar dia. (idz/osc)