Gim itu diketahui menuai polemik seusai kejadian penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru. Dalam manifestonya, salah satu penembak, Brenton Tarrant, mengaku terinspirasi dari video game, tanpa menyebut merek gim tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didin memastikan MUI akan mengkaji fatw tersebut dengan mempertimbangkan banyak hal. Ia belum bisa memastikan kapan pihaknya akan mengeluarkan fatwa soal gim tersebut.
Ia pun menghimbau sambil menunggu keluarnya fatwa, perlu ada batasan-batasan tertentu terkait gim tersebut. Hal itu, kata Didin, agar generasi muda terutama anak-anak terhindar dari pengaruh negatif teknologi.
"Ya jadi jangan sampai mempengaruhi hal-hal negatif, terhadap anak-anak terutama. Anak-anak itu kan harus kita selamatkan supaya mereka menjadi generasi yang relatif lebih bersih dari pengaruh-pengaruh negatif teknologi," tutur dia.
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)