Rudiantara mengatakan jumlah ini meningkat pesat selama periode Agustus 2018 hingga Februari 2019. Namun, peningkatan paling pesat terjadi pada Januari dan Februari 2019.
"Hoaks meningkat cepat dari Agustus 2018 ada 771 hoaks," kata Rudiantara dalam seminar 'Melawan Hoax untuk Menciptakan Pemilu yang Aman' di Balai Kartini, Kamis (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara menjelaskan, hoaks tersebut banyak tersebar di masyarakat melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Sedangkan hoaks melalui Twitter saat ini sudah mulai menurun jumlahnya.
Rudiantara menambahkan Kemenkominfo terus berupaya untuk memerangi hoaks yang beredar di masyarakat melalui literasi informasi kepada para pengguna media sosial. Termasuk, bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam rangka melakukan penindakan hukum terhadap pelaku hoaks.
Lihat juga:Perangi Hoaks pada Pemilu 2019 |
"Kami lakukan imbauan agar tidak percaya hoaks atau informasi yang membingungkan. Bahasanya, saring dulu sebelum bagikan," ucap Iqbal. (dis/osc)