Pembunuh Calon Pendeta Dibekuk, Polisi Sebut Ada Motif Dendam

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 16:50 WIB
Pembunuh Calon Pendeta Dibekuk, Polisi Sebut Ada Motif Dendam Ilustrasi pemerkosaan. (Istockphoto/coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Personel kepolisian dari Satuan Resor Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir (OKI) menangkap dua pelaku pembunuhan Melindawati Zidemi (24), calon pendeta yang ditemukan tewas di kebun sawit di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, Kamis (28/3).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Supriadi membenarkan hal tersebut. Saat ini penyidik tengah membawa kedua pelaku ke Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Inisial N dan H. Untuk lengkapnya besok [Jumat] Kapolda akan rilis langsung karena tersangka dibawa ke Polda," ujar Supriadi, Kamis (28/3).


Supriadi menyebut motif pembunuhan yang dilakukan dua pelaku tersebut karena dendam. Namun dirinya tidak menjelaskan detail dendam tersebut.

"Rincinya besok Kapolda yang menjelaskan. Yang pasti pelaku ini merupakan buruh kebun sawit, sama-sama berasal dari Nias," ujar Kabid Humas.

Sementara itu Kapolres OKI, Ajun Komisaris Besar Donny Eka Saputra mengatakan dua pelaku ditangkap masih di kawasan Air Sugihan.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa lima orang saksi termasuk saksi kunci NRP (9) yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung.

"Kita amankan pelakunya sejak kemarin [Rabu]. Namun mereka tidak mengaku. Kami kumpulkan barang bukti hingga akhirnya mereka tidak bisa mengelak," ujar dia.

Detail proses penangkapan, kata Donny, baru akan disampaikan oleh Kapolda besok sekaligus rilis tersangka dan barang bukti.

"Pelakunya bukan orang dekat, tapi ada dendam yang jadi motif pembunuhan. Dua pelakunya laki-laki," ujar dia.

Melindawati Zidemi (24) ditemukan tewas di lahan perkebunan PT PSM, Desa Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Selasa (25/3).

Jasad Melindawati dalam kondisi tidak mengenakan celana dan bajunya terbuka dengan bekas jeratan di leher.

(idz/ain)


BACA JUGA