Urus Kasus Istri, Bupati di Sumut Klaim Terima Uang Proyek

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 01:15 WIB
Urus Kasus Istri, Bupati di Sumut Klaim Terima Uang Proyek Bupati nonaktif Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu berdalih tak menerima suap, hanya uang terimakasih. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Medan, CNN Indonesia -- Bupati nonaktif Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu mengakui menerima uang terkait proyek di daerahnya agar bisa mengurus kasus yang menjerat istrinya di Polda Sumatra Utara.

Namun demikian, ia menyangkal menerima suap proyek. Dana itu diakuinya sebagai uang terimakasih pasca-proyek.

"Saya tidak ada minta fee proyek. Saya tidak tahu diberikan uang 300 dari proyek Rijal. Saya cuma bilang kepada ajudan agar menelpon David. Karena asumsi saya, dia pasti ada uang karena dekat dengan para kontraktor," akunya, saat menjadi saksi untuk terdakwa pemberi suap yakni Rijal Effendi Padang, di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (28/3).


"Karena saat itu saya sedang membutuhkan uang untuk menyelesaikan perkara PKK di Polda Sumut. Itu mengurus perkara, perkara yang melibatkan PKK di Polda Sumut. Tidak perkara, cuma untuk menyelesaikan. Ya kalau diberikan saya terima," ia menambahkan.

Diketahui, istri Remigo, Made Tirta Kusuma Dewi, tersangkut kasus korupsi dana kegiatan fasilitasi peran serta tim penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pakpak Bharat pada 2014.

Kasus itu awalnya ditangani oleh Polres Pakpak Bharat. Kemudian perkara itu dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda Sumut, pada Januari 2018. Meski penanganan kasus sempat berlarut-larut, belakangan Polda Sumut menghentikan kasus itu pada 11 November 2018. Alasannya, Kusuma Dewi telah mengembalikan uang sebesar Rp143 juta.

Remigo sendiri mengaku menerima uang dari Rijal Effendi Padang selaku kontraktor melalui Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson dan pihak swasta Hendriko Sembiring.

Akan tetapi menurut Remigo uang yang diterimanya bukanlah suap melainkan tanda terimakasih dari kontraktor karena telah mengerjakan proyek di Kabupaten Pakpak Bharat.

"Begini Yang Mulia. Menurut saya, itu bukan uang suap ataupun fee. Tapi uang terimakasih yang diberikan para kontraktor yang telah mengerjakan proyek di Kabupaten Pakpak Bharat," ucap Remigo saat menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai Irwan Effendi.

Dalam kasus dugaan korupsi paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nilai kontrak Rp 4,5 miliar ini, Remigo juga telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap setelah terjaring OTT KPK.

Usai mendengarkan keterangan Remigo, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

[Gambas:Video CNN] (fnr/arh)