Diketahui dalam orasi politiknya di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3), Prabowo memperkenalkan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Presiden PKS Sohibul Iman, dua petinggi PAN Zulkifli Hasan dan Eddy Soeparno, serta eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher sebagai nama-nama yang mungkin mengisi jabatan menteri di jajaran kabinetnya kelak.
"Menurut saya, nama-nama yang disodorkan oleh Pak Prabowo sebetulnya enggak akan menambah suara kepada dia," ujar Ray kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Kamis (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray menambahkan, memperkenalkan seseorang sebagai calon menteri sebelum calon presiden terpilih merupakan hal positif. Misalnya, dapat menambah keyakinan pendukungnya bahwa visi-misi sesuai seperti yang diharapkan.
"Itu bisa menambah keyakinan bahwa apakah visi-misinya [presiden] sesuai dengan pilihan orang-orang yang akan mengerjakan tugas-tugasnya kalau yang bersangkutan terpilih," ujar Ray.
Meski di sisi lain, dari lima nama tersebut baru AHY yang bisa menarik undecided voters untuk memilih Prabowo. Sisanya adalah orang-orang partai yang sudah diketahui masyarakat sejak lama.
Namun ia juga menilai strategi tersebut positif bagi Prabowo mengingat ada nama Aher yang berpeluang mengunci suara di Jawa Barat.
Hendri sendiri belum melihat sejauh mana perkenalan nama calon menteri oleh Prabowo membawa dampak negatif, kecuali Ketum PAN Zulkifli Hasan yang 'terserempet' kasus seperti kasus dugaan suap yang menjerat adiknya yang juga Bupati Lampung Selatan nonaktif, Zainuddin Hasan.
"Apakah blunder atau tidak saat ini belum terlihat kecuali nama seperti Zulhas yang memang beberapa kali dikaitan dengan beberapa kasus yang menimpa saudara dekatnya," ucap dia. (osc)