Jokowi vs Prabowo di Debat dan PR Kesejahteraan Prajurit

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 08:48 WIB
Jokowi vs Prabowo di Debat dan PR Kesejahteraan Prajurit Capres Prabowo Subianto kembali beradu argumen dengan petahana Jokowi dalam debat keempat. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Capres nomor urut 01 Joko Widodo kembali akan beradu argumen dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam debat keempat Pilpres 2019 yang mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional.

Terkait tema Pertahanan dan Keamanan, kedua capres diharapkan menyentuh persoalan kesejahteraan prajurit.

Peneliti Bidang Tata Kelola Sektor Keamanan Lokataru Foundation, Mufti, mengaku belum memiliki bayangan apakah dalam debat keempat ini Jokowi maupun Prabowo akan bicara mengenai pertahanan dan keamanan dalam skala mikro atau makro.


Namun, Mufti berharap pembicaraan mengenai pertahanan dan keamanan dalam tataran mikro disinggung kedua capres, terutama isu kesejahteraan prajurit.

"Kalau mikro saya sepakat isu kesejahteraan prajurit terutama," kata Mufti dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (28/3).


Isu kesejahteraan prajurit sendiri satu paket dengan isu postur pertahanan TNI. Hal ini karena orientasi keamanan nasional di Indonesia belum selesai. Mengingat keamanan nasional tak bisa dipisahkan dengan kekuatan personel TNI.

"Dengan orientasi kamnas itu kita membangun postur [pertahanan], dari postur akan menentukan seberapa besar kekuatan para personel dan bagaimana kualifikasi yang dibutuhkan untuk personel tersebut," ujarnya.

Dalam postur pertahanan oleh TNI, anggaran untuk kesejahteraan prajurit dapat dikatakan memiliki jumlah yang cukup besar. Namun di sisi lain untuk memenuhi kesejahteraan ini sangat terbatas. Karena itu, isu kesejahteraan prajurit ini yang selalu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan sebelumnya, sekarang, dan akan datang.

"Kalau 5 tahun tidak ketemu juga formula terobosannya, maka akan tidak seimbang antara orientasi postur ancaman yang akan dihadapi dengan sumber daya," kata Mufti.


Selain Mufti, Ketua Pokja 8 Edy Prasetyono juga mengharapkan isu kesejahteraan prajurit akan jadi pembahasan Jokowi dan Prabowo dalam debat keempat.

Edy juga berharap isu-isu seperti dwifungsi TNI dan isu kekerasan yang ada di Papua turut diseret kedua capres dalam debat.

"Isu dwifungsi berkaitan dengan penumpukan perwira tinggi mulai kolonel atas, kemudian isu muncul mereka akan menempati posisi-posisi di instansi, kementerian dan lembaga," ujarnya.

"Serta berkaitan ada beberapa aksi kekerasan itu di Papua selama sekian hari, sekian Minggu, sampai sekarang belum selesai," ucap Edy. (sas/osc)