Jokowi - Prabowo Saling Curhat Dituduh Bela Khilafah dan PKI

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 21:13 WIB
Jokowi - Prabowo Saling Curhat Dituduh Bela Khilafah dan PKI Debat keempat capres Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saling menceritakan sering menerima tuduhan yang bukan-bukan. Mereka menyampaikan itu dalam debat capres keempat.

Mulanya, saat kesempatan menanggapi Jokowi perihal pendidikan Pancasila, Prabowo mengatakan bahwa dirinya sering mendapat tuduhan miring dari pendukung Jokowi. Tuduhan yang dimaksud yakni bakal menerapkan sistem pemerintahan khilafah dan menghilangkan tahlilan. Prabowo merasa gusar dengan hal itu.

"Saya bertanya apakah anda paham dan mengerti di antara pendukung Pak Jokowi ada yang melontarkan tuduhan tidak tepat kepada saya. Seolah-olah saya membela khilafah, seolah saya akan larang tahlilan," kata Prabowo saat debat capres keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). . 


"Ini tidak masuk akal," lanjutnya dengan gusar. 

Prabowo menegaskan bahwa dirinya hidup dalam keluarga yang heterogen. Dia mengatakan lahir dari rahim seorang ibu yang beragama nasrani.

Berangkat dari itu, Prabowo menegaskan tidak akan mungkin menihilkan Pancasila. Terlebih, sejak usia 18 tahun telah mengabdi sebagai tentara untuk mempertahankan Pancasila dan NKRI.

"Bagaimana saya dituduh mengubah Pancasila, sungguh kejam, saya percaya Pak Jokowi tidak merestui itu," tutur Prabowo.

Meski demikian, Prabowo tidak  menuding secara gamblang bahwa Jokowi yang berada di balik tuduhan itu semua. Prabowo justru memuji lawannya itu. Dia mengatakan Jokowi adalah sosok yang nasionalis.

"Saya yakin percaya Pak Jokowi Pancasilais. Saya percaya Pak Jokowi patriot,. Saya yakin Pak Jokowi nasionalis. Karena itu saat dilantik saya datang dan beri hormat," kata Prabowo.

Jokowi lalu mendapat giliran bicara. Senada, Jokowi juga yakin bahwa Prabowo adalah sosok nasionalis dan Pancasilais. Dia pun yakin Prabowo adalah seorang patriot.

Jokowi lantas mengeluhkan hal yang sama. Dia mengaku bernasib serupa seperti Prabowo, yakni kerap diterpa tuduhan miring.

"Saya juga percaya kok Pak Prabowo Pancasilais. Saya percaya Pak Prabowo nasionalis. Saya percaya Pak Prabowo patriot, percaya. Masalah tuduh menuduh saya juga sering dituduh," tutur Jokowi. 

Jokowi menceritakan bahwa dirinya diterpa isu keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Tuduhan tersebut, kata Jokowi, berlangsung selama 4,5 tahun belakangan.

Namun, Jokowi mengklaim dirinya tidak larut dalam tuduhan semacam itu. 

"Empat setengah tahun saya dituduh Pak Jokowi PKI. Saya biasa biasa saja, tidak pernah saya jawab," ucap Jokowi. 

Menurut Jokowi, jauh lebih penting bagaimana dirinya dan Prabowo membumikan Pancasila jika terpilih dalam Pilpres 2019 nanti. Caranya, kata Jokowi, bisa dengan menunjukkan contoh sikap yang baik sebagaimana seorang pemimpin. Misalnya dengan tidak menghujat, menghina, dan menjelekkan satu sama lain.

"Yang saya lihat politikus kita, kenapa tidak berikan contoh yang baik. Bagaimana sopan santun tata krama, bersahabat, kenapa tidak itu yang kita lakukan, sehingga contoh kepada anak muda bisa kita lakukan dengan baik," kata Jokowi.

KPU menghelat debat capres keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). Tema debat kali ini adalah ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo hadir mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Sementara Prabowo Subianto mengenakan pakaian formal berupa jas hitam dan dasi merah hitam.

Sejumlah petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) serta Badan Pemenangan Nasional (BPN) nampak hadir. Begitu pula sejumlah petinggi penyelenggara Pemilu 2019, antara lain Komisioner KPU dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

[Gambas:Video CNN] (tst/sur)