Pernyataan ini disampaikan Prabowo setelah Jokowi mengungkapkan langkah pemerintahan yang dipimpinnya dalam mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).
Prabowo kemudian menyebut langkah pemerintah Indonesia di bawah Jokowi mengambil alih 51 persen saham PTFI sebagai sebuah yang etok-etok atau pura-pura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Inalum (Persero) resmi membeli sebagian saham. Dengan begitu, kepemilikan saham Indonesia atas PTFI meningkat dari 9 persen menjadi 51 persen.
Lihat juga:Prabowo: Saya Lebih TNI dari Banyak TNI |
"Pada hari ini, telah kita selesaikan proses panjang perubahan KK Freeport jadi IUPK. Hari ini telah selesai ditandatangani oleh Menteri ESDM, dan semuanya sudah diselesaikan," ujar Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono di Jakarta, 21 Desember 2018.
Dengan terbitnya IUPK ini, PTFI akan mendapatkan kepastian hukum dan kepastian berusaha dengan mengantongi perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun hingga 2041, serta mendapatkan jaminan fiskal dan regulasi. PTFI juga akan membangun pabrik peleburan (smelter) dalam jangka waktu lima tahun. juga akan membangun pabrik peleburan (smelter) dalam jangka waktu lima tahun.
[Gambas:Video CNN] (tst/dal)