Di Sragen, Jokowi Undang Petani ke Istana Usai Pemilu 2019

CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 12:59 WIB
Di Sragen, Jokowi Undang Petani ke Istana Usai Pemilu 2019 Presiden Joko Widodo usai meresmikan dan meninjau kondisi Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Sragen, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan akan mengundang Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) ke Istana Negara, Jakarta, usai Pemilu 2019.

Jokowi ingin mempertemukan kelompok petani padi serta pupuk itu dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan sejumlah bank guna membicarakan bantuan pengadaan dryer atau mesin pengering padi hingga mesin kemasan.

"Akan saya undang ke Istana untuk berbicara dengan BULOG, berbicara khusus mengenai masalah padi, beras, pupuk, mesin penggilingan, mesin packaging, sehingga kita betul-betul berubah semuanya," kata Jokowi dalam silaturahmi dengan Gapoktan dan Perpadi, di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen, Rabu (3/4).


Jokowi ingin mengajak para petani padi berubah dalam mengelola hasil panen, khususnya saat mengeringkan gabah dan kemasan beras. Mantan wali kota Solo itu tak ingin petani masih mengerikan gabah dengan cara dijemur.


"Ini kan kita sudah berpuluh-puluh tahun yang namanya menjemur padi di jalan, di plataran, berpuluh-puluh tahun. Masa kita enggak ingin berubah sih?" ujarnya.

Jokowi mengatakan tak hanya padi yang bisa dikeringkan dengan dryer, tetapi juga jagung. Menurutnya, kualitas padi maupun jagung bisa menurun karena hanya dijemur saat proses pengeringan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin para petani berubah dalam mengelola padi maupun jagung. Menurut Jokowi, zaman sudah modern sehingga para petani Indonesia sudah harus memakai mesin dryer untuk mengeringkan padi dan jagung.

"Sehingga setiap saat ada hujan kayak apa pun yang namanya gabah, jagung bisa masuk ke mesin pengering," ujarnya.


Selain mesin pengering, Jokowi juga ingin para petani memiliki mesin kemasan di tempat penggilingan masing-masing. Menurutnya, hal tersebut penting dimiliki para petani agar saat gabah selesai digiling dan menjadi beras bisa langsung dikemas.

Jokowi menjelaskan dengan mesin kemasan tersebut, para petani dari wilayah yang berbeda bisa memberikan nama atau label pada beras masing-masing.

"Mesin kemasan juga enggak mahal, untuk packaging enggak mahal. Jadi semuanya nanti ada tulisan di Sragen. Misalnya ada merek, diberi mereknya apa, dari kecamatan mana, mereknya apa, mereknya biar muncul, Sragennya muncul," kata Jokowi.


[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)