Tim Jokowi Sebut Tempel Amplop Kiai Inisiatif Luhut Pribadi

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 11:12 WIB
Tim Jokowi Sebut Tempel Amplop Kiai Inisiatif Luhut Pribadi Juru Kampanye Jokowi mengaku tak pernah memberikan arahan ke Menteri Luhut untuk memberikan amplop kepada Kiai Pondok Pesantren Nurul Cholil. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan tindakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan yang memberikan amplop berwarna putih kepada Kiai Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan Madura adalah inisiatifnya sendiri.

Seperti diketahui, sempat ramai di media sosial sebuah video yang menampilkan Luhut tengah memberikan amplop putih kepada Kiai Zubair Muntasir di Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu. Itu dilakukan Luhut saat berkunjung ke Pesantren Nurul Cholil.

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menyatakan pihaknya tidak pernah memberikan arahan ke Luhut untuk memberikan amplop kepada sang kiai.


"Ya. Itu inisiatif Pak Luhut sendiri," ujar Ace saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (4/4).

TKN soal Amplop Luhut ke Kiai Bangkalan: Inisiatif PribadiAce Hasan Syadziliy. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)


Saat dikonfirmasi soal kapasitas Luhut ke sana, Ace juga menegaskan bahwa mantan Komandan Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) itu datang dalam kapasitasnya sebagai menteri.

"Kan tulisannya sebagai Menteri Menko Kemaritiman," ujar Ace.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi pihak Kementerian Koordinasi Kemaritiman, belum merespons pertanyaan mengenai kapan dan agenda apa saja Menko Luhut ke Bangkalan tersebut.


Dari video yang beredar, Luhut terlihat datang dengan beberapa orang yang mengenakan baju berwarna putih. Dalam video tersebut, Luhut sempat meminta kepada sang kiai untuk menyampaikan kepada santri, dan seluruh pengikutnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019 mendatang.

Ia juga meminta kepada sang kiai agar mengimbau santri dan pengikutnya untuk memutihkan TPS. "Umat, santri datang ke TPS, semua kita pakai baju putih," ucap Luhut kepada sang kiai sambil agak berbisik saat menyebut kata 'baju putih'.

Video tersebut kemudian beredar, salah satunya dicuit ulang oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. Andi menilai langkah Luhut sebagai aksi beli suara untuk kepentingan Jokowi di Pilpres 2019.



Bisyaroh Dianggap Lumrah

Sekretaris PW GP Ansor DKI Jakarta, Dendy Zuhairi Finsa meminta masyarakat dan warganet berpikir objektif tentang tradisi pemberian "bisyaroh" berupa uang, hasil bumi, atau apa pun kepada kiai.

"Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh," ujar Dendy, Selasa (2/4) dikutip Antara.

Menurut Dendy, tindakan Luhut itu sebagai bentuk penghormatan kepada kiai. Kiai Zubair adalah sesepuh Bangkalan. Pengasuh Pesantren Nurul Cholil, Demangan itu merupakan cicit dari ulama besar Syaikhona Cholil.

"Beliau biasa menerima kunjungan siapa pun. Pejabat negara, politisi, sampai rakyat jelata biasa sowan kepada beliau. Jadi, kunjungan Pak Luhut ke sana tak usah digoreng untuk menghina kiai," tandasnya.

Menurut Dendy, sebelum Luhut berkunjung ke kediaman Kiai Zubair, Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat yang merupakan partner koalisi pendukung Prabowo, juga sowan ke Pesantren Nurul Cholil.

"Mas Agus sowan ke Kiai Zubair, 26 Maret lalu. Di sana Mas Agus juga meminta doa dan dukungan untuk Partai Demokrat. Banyak kok beritanya di media. Menurut saya itu hal biasa. Kiai selalu menghormati siapa pun yang menjadi tamunya," ujar Dendy.

(sah/ain)