Masih Ada MK, Cak Nun Sebut Tak Bisa Ada People Power

CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 18:01 WIB
Masih Ada MK, Cak Nun Sebut Tak Bisa Ada <i>People Power</i> Budayawan Emha Ainun Najib alais Cak Nun menyebut seruan people power dari Amin Rais tak akan efektif karena hanya didukung oleh tokoh segmentatif. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia -- Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menyebut wacana people power yang dilontarkan oleh politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais akan dibawa ke arah revolusi dan itu salah kaprah.

Bagi dia, kecurangan pemilu sudah memiliki mekanisme sendiri di gugatan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

"People Power enggak bisa, itu enggak bisa. Negara punya MK yang ngurus sengketa hasil Pemilu. Tapi kalau terusnya, [people power] arahnya pasti revolusi", ujar Emha, di Semarang, kemarin.


Sebelumnya, Amien, yang juga Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memastikan akan mengerahkan massa untuk berkumpul di Monumen Nasional (Monas) jika menemukan kecurangan di Pilpres 2019.

"Jika DPT [Daftar Pemilih Tetap] tidak efektif karena penuh dengan ghost voter. Insyaallah setelah pemilu dan kita punya bukti ada kecurangan yang sistematik saya akan kerahkan massa untuk kumpul di Monas, menggunakan people power," kata Amien, di Jakarta, Senin (1/4).

Cak Nun menyebut isu people power yang digaungkan Amien Rais tidak akan optimal karena hanya digadang-gadang oleh tokoh dari pihak tertentu yang terbiasa berseberangan dengan Jokowi, bukan tokoh nasional.

"People Power mungkin bisa efektif jika kalau ada 'pawang' nasional, tapi kalau hanya tokoh segmentif apa, apa tokoh apa, tapi [tokoh kubu] yang lain enggak, ya enggak akan ada revolusi di situ," kata pimpinan kelompok musik Kiai Kanjeng ini.

Emha sendiri yakin pemimpin yang sudah bisa menyapa rakyatnya akan lebih terkontrol dan lebih bertanggung jawab serta lebih mudah melakukan sesuatu. Sebaliknya, rakyatnya juga gampang untuk mengkritik pemimpin itu tanpa sakit hati.

[Gambas:Video CNN] (dmr/arh)