Jokowi soal Pilpres Dituding Curang: Jangan Cuma Ngomong

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 00:54 WIB
Jokowi soal Pilpres Dituding Curang: Jangan Cuma Ngomong Jokowi saat kampanye terbuka di Tangerang, Banten. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor 01 Joko Widodo meminta semua pihak tak asal menuding soal kecurangan dalam Pilpres 2019. Ia menyatakan bila masyarakat menemukan kecurangan terkait Pemilu 2019, maka lebih baik dilaporkan kepada lembaga terkait.

Meski tak menyebut pihak mana, namun Jokowi meminta jika memang ada kecurangan tak perlu sekadar ngomong, tapi ditindaklanjuti dengan laporan.

"Harus disampaikan dong. Jangan cuma ngomong curang cureng, curang cureng. Gimana gitu loh," kata Jokowi usai Deklarasi Pemuda, Influencer, Disabilitas, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (7/4).


Jokowi mengatakan saat ini terdapat Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), hingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), yang memantau potensi kecurangan dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Mantan Wali Kota Solo itu mempertanyakan di mana kecurangan pada Pilpres 2019 yang kerap disampaikan sejumlah pihak. Jokowi menyebut proses penghitungan suara pun dilakukan bertahap dari tingkat TPS sampai nasional secara manual.

"Ada bukti, C1 ada semua kok. Kalau curang, curangnya di mana?" ujarnya.

Jokowi yang kali ini berpasangan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin meyakini pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini berjalan jujur dan adil. "Yakin, jujur dan adil," kata Jokowi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta.

Sekadar diketahui narasi soal kecurangan dalam Pemilu 2019 beberapa kali dilontarkan kubu Prabowo-Sandi. Misalnya, Prabowo yang sebelumnya mengatakan pihaknya menargetkan kemenangan dengan selisih suara 25 persen dari pasangan Jokowi-Ma'ruf karena khawatir akan ada pencurian suara.


Ia pun mengingatkan para pendukungnya soal potensi kecurangan dan meminta seluruh pihak mengawasi proses pemilu.

"Kita harus menang dengan selisih di atas 25 persen karena potensi suara dicuri sekian belas persen," kata Prabowo usai menerima deklarasi dukungan Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus (GERAAK) Indonesia, di Jakarta, Kamis (5/4).

Sementara Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais mengatakan bakal mengerahkan massa atau people power jika pihaknya menemukan bukti kecurangan di Pilpres 2019.

"Kami enggak akan ke MK lagi, kami langsung people power," kata Amien di depan kantor KPU, Jakarta, Minggu (31/3).


Di sisi lain Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan pihaknya bakal melaporkan kepada Mahkamah Internasional/International Court Of Justice, lembaga kehakiman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) andai ada kecurangan dalam Pilpres 2019.

Adik Prabowo itu mengatakan selain melapor ke lembaga hukum internasional itu, pihaknya juga menggugat ke Mahkamah Konstitusi dan Bareskrim Polri.

"Ya, mungkin gugatan ke Bareskrim, mungkin lapor Interpol, tergantung bagian hukum. Kami mau lapor ke international court of justice, human rights, kami lapor ke Jenewa, human rights kami lapor PBB, ke semua pihak," kata Hashim, di Jakarta, Senin (1/4). (fra/osc)