Doa Vanessa Saat Dizalimi: Semoga Mereka Dilindungi Tuhan

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 22:30 WIB
Doa Vanessa Saat Dizalimi: Semoga Mereka Dilindungi Tuhan Vanessa Angel saat menjalani pemeriksaan di Gedung Subdit V Cyber Crime Polda Jatim, Surabaya. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Surabaya, CNN Indonesia -- Artis Vanessa Angel mengungkapkan kesedihannya usai memberikan kesaksian di persidangan terdakwa muncikari prostitusi online di Pengadikan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/4) .

Artis film televisi (FTV) itu menyebut dirinya telah dizalimi lantaran ia merasa kasus yang menimpanya itu terlalu diekspose publik. Sementara, menurutnya, kasus serupa yang lain pemberitaannya tak segempar kasus yang menjeratnya.

"Selama ini kasus yang seperti ini enggak ada pemberitaan yang seperti aku. Aku cuma bisa berdoa supaya orang-orang yang jahat sama aku selalu dilindungi Tuhan," kata Vanessa Angel usai memberi kesaksian di PN Surabaya, Senin (8/4).


Ia juga berharap agar tak ada lagi pihak yang mengalami kasus sepertinya di kemudian hari. Vanessa memohon doa agar kasus yang menyeretnya bisa segera usai agar ia bisa kembali berkumpul dengan keluarga.


"Dan supaya yang terjadi pada saya tidak terjadi pada keluarganya terutama kakak perempuannya, adik perempuannya, dan anak perempuannya. Semoga masalah ini cepat selesai dan saya cepat berkumpul dengan orang-orang yang saya sayangi," kata dia dengan nada bergetar.

Dalam sidang kali ini Vanessa Angel memberikan kesaksian terhadap dua terdakwa muncikari kasus prostitusi online, yakni Endang Suhartini alias Siska dan Winindya.

Vanessa terjerat kasus pelanggaran UU ITE terkait penyebaran konten asusila. Ia disangkakan pasal 27 ayat 1 tentang UU ITE. Dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.


Sebelumnya, Komnas Perempuan menyayangkan ekspose berlebihan pada perempuan yang menjadi korban kasus prostitusi online.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menilai pemberitaan seringkali mengeksploitasi korban, membuka akses informasi korban kepada publik, hingga pemilihan judul yang akhirnya membuat masyarakat berpikir bahwa mereka 'pantas' menjadi korban kekerasan dan dihakimi.

Mereka yang dilacurkan, kata Mariana, adalah perempuan korban perdagangan orang, perempuan dalam kemiskinan, korban eksploitasi orang-orang dekat, serta perempuan dalam jeratan muncikari, bahkan bagian dari gratifikasi seksual. Sekalipun dalam level artis, kata Mariana, kerentanan itu kerap terjadi.


[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)